JPO Paledang Akan Dibongkar, Pemkot Bogor Siapkan Pelican Crossing yang Lebih Aman bagi Pejalan Kaki

Rasioo.id – Pemerintah Kota Bogor berencana membongkar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang yang dinilai sudah tidak layak digunakan. Sebagai gantinya, Pemkot akan membangun fasilitas pelican crossing guna memberikan akses penyeberangan yang lebih aman dan ramah bagi pejalan kaki.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan bahwa kondisi struktur JPO Paledang saat ini sudah mengalami penurunan kualitas dan dinilai berisiko bagi keselamatan pengguna.

“Keberadaan JPO di titik tersebut sudah kurang ramah bagi masyarakat. Selain posisinya terlalu tinggi, kondisi strukturnya juga sudah goyang dan tidak lagi ideal digunakan,” ujar Dedie saat meninjau pekerjaan drainase di kawasan Jalan Padi, Senin 1 Juni 2026.

Menurutnya, pembangunan pelican crossing merupakan bagian dari upaya menghadirkan sistem transportasi yang lebih berorientasi pada keselamatan pejalan kaki, sebagaimana diterapkan di banyak kota maju di dunia.

Dedie menilai budaya menghormati hak pejalan kaki juga perlu terus ditingkatkan di Kota Bogor. Ia membandingkan kondisi di Indonesia dengan sejumlah negara yang memberikan prioritas penuh kepada warga yang hendak menyeberang jalan.

“Di banyak negara, ketika pejalan kaki mulai menginjak badan jalan, kendaraan langsung berhenti. Itu bentuk penghormatan terhadap keselamatan manusia,” katanya.

Namun di Kota Bogor, menurutnya, masih ditemukan pengendara yang mengabaikan lampu penyeberangan meski fasilitas pelican crossing telah tersedia di beberapa titik.

“Kalau fasilitasnya sudah ada, mari kita hormati hak pejalan kaki. Keselamatan harus menjadi prioritas bersama,” tegasnya.

Meski demikian, proses pembongkaran JPO Paledang tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Pemkot Bogor harus terlebih dahulu menyelesaikan mekanisme penghapusan aset daerah sesuai aturan yang berlaku.

Selain itu, proses teknis pembongkaran juga memerlukan perencanaan yang matang, termasuk pengangkatan struktur utama jembatan yang harus memperhitungkan aspek keselamatan, kelancaran lalu lintas, dan kebutuhan anggaran.

“Proses ini tidak bisa instan karena ada tahapan administrasi dan teknis yang harus dipenuhi. Namun yang jelas, langkah ini dilakukan demi keselamatan masyarakat,” jelas Dedie.

Sementara itu, pembangunan fasilitas pelican crossing baru ditargetkan dapat direalisasikan pada tahun ini. Saat ini proses lelang pekerjaan tengah berjalan dan Pemkot Bogor memastikan seluruh tahapan akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Apabila muncul kendala teknis dalam proses pengadaan, pemerintah akan mencari solusi yang tetap sesuai regulasi agar pembangunan fasilitas penyeberangan dapat segera terealisasi.

Dengan hadirnya pelican crossing, Pemkot Bogor berharap akses penyeberangan di kawasan Paledang menjadi lebih aman, nyaman, dan mudah digunakan oleh seluruh masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas.

Komentar