B RASIOO.ID – Momentum Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 dimanfaatkan warga Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor dengan cara yang tak biasa. Puluhan kaum hawa bersama warga setempat turun langsung ke jalan melakukan pengurugan ruas Jalan Raya Cicangkal-Legok yang rusak parah, Rabu 3 Mei 2026.
Aksi gotong royong tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus ungkapan keprihatinan terhadap kondisi jalan kabupaten yang hingga kini belum mendapat penanganan serius. Dengan menggunakan material seadanya, warga menutup lubang-lubang yang membahayakan pengguna jalan.
Selain melakukan perbaikan darurat, warga juga menggelar refleksi dan doa bersama sebagai harapan agar pemerintah segera memberikan perhatian terhadap kondisi infrastruktur di wilayah perbatasan tersebut.
Jalan Raya Cicangkal-Legok merupakan akses vital yang menghubungkan Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten. Ironisnya, kondisi jalan di wilayah Tangerang telah terbangun dengan baik, sementara sekitar 500 meter ruas jalan di wilayah Kabupaten Bogor justru mengalami kerusakan cukup parah.
“Di wilayah Kabupaten Tangerang jalannya sudah bagus, sementara di perbatasan Kabupaten Bogor rusak parah sepanjang kurang lebih 500 meter,” ujar Koordinator Forum Masyarakat Desa (FMD) Sukamulya, Junaedi.
Menurutnya, sejak tahun 2022 warga telah berulang kali mengusulkan pembangunan jalan tersebut melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Rumpin hingga menyampaikan surat resmi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor.
Namun hingga peringatan Hari Jadi Bogor ke-544 tahun ini, masyarakat mengaku belum melihat adanya komitmen nyata ataupun pernyataan resmi terkait rencana pembangunan ruas jalan tersebut.
“Sejak tahun 2022 kami terus menyampaikan pentingnya pembangunan Jalan Raya Cicangkal-Legok atau Jalan Gunung Maloko ini. Selain menjadi jalur penghubung antar kabupaten, jalan ini juga merupakan batas antara Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten,” katanya.
Kondisi tersebut akhirnya mendorong masyarakat Kampung Malahpar untuk bergerak sendiri memperbaiki jalan yang rusak agar tetap dapat dilalui dengan aman oleh pengguna jalan.
Melalui aksi yang dilakukan bertepatan dengan HJB ke-544 ini, warga berharap Pemerintah Kabupaten Bogor semakin peka terhadap kebutuhan masyarakat, terutama terkait pembangunan infrastruktur dasar yang menjadi urat nadi aktivitas warga.
“Kalau diibaratkan rumah, jalan perbatasan adalah halaman depan sebuah daerah. Kondisi jalan tersebut mencerminkan wajah dan perhatian pemerintah terhadap wilayahnya,” tegas Junaedi.
Warga berharap semangat Hari Jadi Bogor tahun ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi momentum evaluasi dan percepatan pembangunan di wilayah-wilayah yang masih tertinggal, khususnya kawasan perbatasan Kabupaten Bogor.













Komentar