Jejak Awal Bogor dari Malasari, Rudy Susmanto Sejarah dan Kekayaan Alam Harus Dijaga

RASIOO.id – Perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 yang digelar di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, berlangsung meriah dan penuh makna. Bupati Bogor Rudy Susmanto mengaku bangga karena peringatan tahun ini dilaksanakan di kawasan yang memiliki nilai sejarah tinggi sekaligus menyimpan kekayaan alam luar biasa.

Menurut Rudy, Desa Malasari bukan sekadar wilayah di Kabupaten Bogor. Desa yang berada di kaki pegunungan Halimun-Salak itu merupakan bagian penting dari sejarah lahirnya Bogor yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat.

“Ini adalah titik awal Bogor berdiri. Ini adalah titik awal adanya Kabupaten Bogor, adanya Kota Bogor, dan adanya Kota Depok,” ujar Rudy Susmanto saat peringatan HJB ke-544 di Desa Malasari, Rabu 3 Mei 2026.

Ia menjelaskan, pada masa awal pemerintahan, Desa Malasari pernah menjadi pusat administrasi pemerintahan Kabupaten Bogor. Bahkan, bupati pertama berkantor di wilayah tersebut.

“Bupati pertama berkantor di Desa Malasari yang sekaligus merangkap sebagai pelaksana tugas Bupati Lebak saat itu, yakni Raden Ipik Gandamana,” ungkapnya.

Rudy menilai, penyelenggaraan HJB di Desa Malasari menjadi momentum penting untuk mengingat kembali akar sejarah Bogor sekaligus memperkenalkan warisan budaya dan sejarah kepada generasi muda.

Selain memiliki nilai historis yang kuat, Desa Malasari juga dikenal sebagai kawasan yang kaya akan sumber daya alam. Beragam potensi strategis tersimpan di wilayah tersebut, mulai dari cadangan mineral emas hingga potensi energi panas bumi yang menjadi aset berharga bagi masa depan daerah.

“Tanah yang kita injak ini memiliki potensi luar biasa. Mineral emas ada di sini, potensi panas bumi ada di sini, dan di atasnya terdapat kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak yang hingga hari ini masih terjaga keasriannya,” jelas Rudy.

Menurutnya, kekayaan alam yang dimiliki Desa Malasari harus dikelola secara bijak dan berkelanjutan agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa merusak kelestarian lingkungan.

Peringatan Hari Jadi Bogor ke-544 di Desa Malasari pun menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah sekaligus pengingat bahwa kemajuan daerah harus berjalan seiring dengan upaya menjaga warisan alam dan budaya yang dimiliki Kabupaten Bogor.

Dengan mengangkat potensi sejarah dan kekayaan alam Malasari, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap kawasan tersebut semakin dikenal luas sebagai salah satu destinasi wisata sejarah dan ekowisata unggulan di Bumi Tegar Beriman.

Komentar