RASIOO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperluas peluang kerja bagi generasi muda melalui Program Gampang Kerja. Kali ini, Pemkot menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan Jepang untuk membuka akses kerja internasional bagi lulusan sekolah vokasi.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) penempatan tenaga kerja ke Jepang yang melibatkan perusahaan Jepang, LPK Wahana Dana Indah, serta sejumlah kepala sekolah SMK di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan, Rabu 3 Mei 2026.
Sebanyak tujuh sekolah terlibat dalam kerja sama tersebut, yakni SMKN 1 Tangerang Selatan, SMK Penerbangan Kabupaten Tangerang, SMKN 6 Kota Tangerang, SMK Binusta Tangerang, SMK Pariwisata Puspita Serpong, SMKN 7 Tangerang Selatan, dan SMK Gema Gawita.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengatakan program tersebut merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus menekan angka pengangguran, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga hingga ke luar negeri.
“Ini salah satu program unggulan Pemkot Tangerang yaitu Gampang Kerja. Jadi bukan hanya menciptakan tenaga kerja, tetapi juga membuka kesempatan kerja sampai ke luar negeri, khususnya Jepang,” ujar Sachrudin.
Ia mengungkapkan, program tersebut telah menunjukkan hasil positif. Hingga saat ini, sebanyak 271 warga Kota Tangerang telah berhasil bekerja di Jepang melalui berbagai skema penempatan kerja.
“Kota Tangerang sampai saat ini sudah mengirim tenaga kerja ke Jepang sebanyak 271 orang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Ujang Hendra, menjelaskan bahwa kerja sama ini melibatkan sekolah, lembaga pelatihan kerja, dan perusahaan pengguna tenaga kerja di Jepang untuk mencetak SDM yang sesuai kebutuhan industri.
Saat ini, sekitar 300 calon tenaga kerja dari 18 sekolah sedang menjalani proses pembinaan dan pelatihan sebagai persiapan sebelum diberangkatkan ke Jepang.
“Dari MoU yang kita lakukan ada 18 sekolah dengan kurang lebih 300 peserta yang sedang dipersiapkan untuk bekerja di Jepang,” jelas Ujang.
Menurutnya, peluang kerja yang tersedia cukup luas, mulai dari sektor hospitality, ground handling, manufaktur, kaigo atau perawat lansia, konstruksi bangunan hingga maintenance building.
Untuk bisa bekerja di Jepang, para peserta diwajibkan menguasai bahasa Jepang dan lulus ujian kemampuan bahasa minimal level N4. Standar tersebut menjadi syarat dasar agar tenaga kerja mampu berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungan kerja di Jepang.
CEO PT Liana Segrus Jepang, Kazuya Yamanouchi atau yang akrab disapa Pocki San, menegaskan bahwa kemampuan bahasa Jepang menjadi kunci utama keberhasilan tenaga kerja Indonesia di Negeri Sakura.
“Yang paling penting adalah nomor satu bahasa Jepang. Agar komunikasi antara perusahaan dan tenaga kerja bisa berjalan dengan baik, para peserta harus belajar bahasa Jepang dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Di sisi lain, CEO LPK Wahana Dana Indah, Lily Njomin, menyebut pihaknya juga membuka peluang kerja ke berbagai negara lain seperti Taiwan, Korea Selatan, Turki, hingga sejumlah negara di Eropa.
Menurutnya, peserta tidak hanya diberangkatkan, tetapi juga mendapat pendampingan dan pengawasan selama bekerja di luar negeri hingga kembali ke Indonesia.
Program penempatan kerja internasional ini diharapkan menjadi solusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menekan angka pengangguran. Selain memperoleh pengalaman kerja global, lulusan SMK juga memiliki kesempatan membangun karier yang lebih baik dan meningkatkan taraf hidup keluarga mereka.














Komentar