RASIOO.id – Tahapan pemilihan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bogor resmi bergulir. Panitia Musyawarah Kota (Mukota) Kadin Kota Bogor membuka pendaftaran bakal calon ketua untuk periode mendatang dengan sejumlah persyaratan ketat, termasuk biaya kontribusi pencalonan sebesar Rp350 juta.
Pembukaan pendaftaran menjadi langkah awal menuju Mukota Kadin Kota Bogor yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Juni 2026. Antusiasme para pelaku usaha pun mulai terlihat seiring menghangatnya bursa calon pemimpin organisasi pengusaha terbesar di Kota Hujan tersebut.
Panitia Mukota Kadin Kota Bogor, Ridhani Agustina atau yang akrab disapa Dhany Rose, menjelaskan bahwa proses pengambilan formulir dan pendaftaran telah dibuka sejak 29 Mei dan akan berakhir pada 10 Juni 2026.
“Pengambilan formulir dan pendaftaran berlangsung hingga 10 Juni 2026. Setelah itu seluruh berkas akan diverifikasi sebelum panitia menetapkan calon yang memenuhi syarat,” ujarnya.
Dhany menegaskan, batas akhir pengembalian formulir ditetapkan pada 10 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Selanjutnya panitia akan melakukan pemeriksaan administrasi dan verifikasi kelengkapan dokumen sebelum mengumumkan kandidat resmi yang berhak mengikuti kontestasi.
Menurutnya, hingga saat ini sudah terdapat dua bakal calon yang menjalin komunikasi dengan panitia. Satu di antaranya telah mengambil formulir pendaftaran, sementara satu kandidat lainnya masih dalam tahap konsultasi.
Syarat Ketat untuk Calon Ketua
Untuk dapat maju sebagai calon Ketua Kadin Kota Bogor, panitia menetapkan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, di antaranya:
- Berdomisili di Kota Bogor dan memiliki KTP Kota Bogor.
- Memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Kadin yang masih aktif.
- Telah mengikuti sertifikasi atau pelatihan yang dipersyaratkan.
- Memiliki pengalaman sebagai pengurus organisasi pengusaha minimal tiga tahun, atau minimal dua tahun bagi yang pernah aktif di kepengurusan Kadin.
- Memiliki KTA aktif secara berkelanjutan selama dua tahun terakhir tanpa terputus.
Persyaratan terakhir menjadi salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi setiap kandidat. Artinya, calon ketua minimal telah menjadi anggota aktif Kadin sejak tahun 2024.
Biaya Kontribusi Rp350 Juta
Selain persyaratan administrasi, panitia juga menetapkan biaya kontribusi pencalonan sebesar Rp350 juta.
Pembayaran dilakukan dalam dua tahap, yakni:
- Rp175 juta saat pengambilan formulir.
- Rp175 juta saat pengembalian formulir.
Dhany menjelaskan bahwa biaya tersebut akan dianggap sebagai kontribusi pencalonan bagi kandidat yang lolos verifikasi. Namun jika bakal calon dinyatakan tidak memenuhi syarat, seluruh dana akan dikembalikan.
“Jika lolos menjadi calon resmi, dana tersebut menjadi kontribusi pencalonan. Tetapi apabila tidak lolos verifikasi, uang pendaftaran akan dikembalikan sepenuhnya,” jelasnya.
Mukota Jadi Ajang Konsolidasi Pengusaha
Lebih dari sekadar memilih ketua baru, Mukota Kadin Kota Bogor 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas dan kolaborasi antar pelaku usaha.
Panitia menilai forum tersebut merupakan arena kedaulatan tertinggi organisasi yang akan menentukan arah kebijakan dan kepemimpinan Kadin Kota Bogor ke depan.
“Kami berharap Mukota menjadi sarana konsolidasi seluruh pengusaha di Kota Bogor. Siapa pun yang terpilih nantinya harus mampu menyatukan kekuatan dunia usaha dan membawa Kadin semakin maju,” kata Dhany.
Pada pelaksanaan pemungutan suara nanti, peserta akan dibagi ke dalam beberapa kategori berdasarkan status dan klasifikasi usaha yang terdaftar dalam KTA Kadin.
Pemilik KTA dengan kategori usaha kecil, menengah, dan besar akan berstatus sebagai peserta penuh yang memiliki hak memilih dan dipilih. Sementara anggota kategori mikro dan ultra mikro memiliki ketentuan tersendiri sesuai regulasi organisasi.
Adapun unsur undangan, anggota luar biasa (ALB), OPD, dan stakeholder terkait akan berstatus sebagai peninjau tanpa hak suara dalam proses pemilihan.
Dengan dimulainya tahapan pendaftaran ini, persaingan menuju kursi Ketua Kadin Kota Bogor diperkirakan akan semakin menarik. Para pelaku usaha kini menanti munculnya kandidat-kandidat terbaik yang siap membawa organisasi tersebut menjadi motor penggerak perekonomian Kota Bogor di masa mendatang.








Komentar