RASIOO.id – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Tangerang menegaskan bahwa peluncuran program Teman Sebaya didasari oleh fenomena psikologis dan sosial yang banyak dialami Generasi Z (Gen Z) saat ini.
Ketua IPPNU Kota Tangerang, Novia Kurnia Cahya mengatakan, karakter Gen Z cenderung pragmatis dan menyukai hal-hal yang instan. Kondisi tersebut membuat mereka sering merasa canggung atau mengalami kesenjangan komunikasi saat harus menyampaikan masalah kepada orang tua maupun guru.
“Gen Z saat ini lebih dominan memilih bercerita kepada teman sebayanya. Berdasarkan analisis, ketika mereka membagikan keluh kesah kepada sesama teman sebaya, beban mental yang dirasakan bisa berkurang hingga 50 persen. Di sinilah urgensi ‘Teman Sebaya’ hadir, yaitu untuk saling menjaga dan menjadi support system utama di luar keluarga,” ujar Via, sapaan akrabnya, Sabtu, 6 Juni 2026.
Via menjelaskan, program tersebut membentuk satuan tugas (Satgas) yang bersifat inklusif dan terbuka bagi masyarakat luas, tidak hanya untuk kader IPPNU.
Satgas ini dibentuk sebagai langkah preventif sekaligus solutif dalam menangani kasus kekerasan maupun pelecehan terhadap perempuan.
Ia juga menerangkan, masyarakat maupun korban yang mengalami atau menyaksikan tindakan pelecehan dapat langsung menghubungi kontak Satgas IPPNU.
Menurutnya, menjaga alat bukti menjadi hal penting, khususnya dalam kasus pelecehan berbasis digital atau cyber harassment.
“Kami meminta kepada teman-teman yang mengalami atau merasakan pelecehan untuk tidak takut bercerita dan melapor. Sering kali karena rasa takut, korban langsung menghapus bukti-bukti digital seperti chat atau foto. Padahal bukti tersebut sangat krusial untuk memperkuat laporan atas perlakuan yang mereka terima,” katanya.
Selain itu, IPPNU Kota Tangerang juga menyoroti berbagai bentuk pelecehan seksual yang masih kerap dianggap remeh oleh masyarakat, salah satunya catcalling.
“Pelecehan tidak selalu berupa sentuhan fisik. Catcalling atau godaan verbal di jalanan itu sudah termasuk kategori pelecehan seksual karena memberikan dampak psikologis yang buruk. Selain itu, singgungan fisik yang tidak diinginkan serta ucapan bernada pornografi juga menjadi perhatian yang harus kita lawan bersama,” tegasnya.
Melalui program “Teman Sebaya” dan penguatan Satgas tersebut, IPPNU Kota Tangerang berharap dapat menciptakan ruang aman yang lebih responsif, adaptif, serta mampu merangkul kebutuhan emosional dan perlindungan hukum bagi generasi muda saat ini.









Komentar