RASIOO.id – Puluhan aktivis yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Bogor terlibat bentrok dengan petugas keamanan di kawasan Balai Kota Bogor, Jumat sore, 5 Juni 2026.
Kericuhan terjadi saat massa aksi berupaya masuk ke area perkantoran Pemerintah Kota Bogor untuk menyampaikan aspirasi terkait evaluasi kinerja pemerintahan daerah.
Aksi unjuk rasa yang berlangsung di bawah pengawalan aparat kepolisian dan petugas keamanan itu sempat memanas ketika sejumlah mahasiswa mencoba merangsek melewati pagar utama kompleks Balai Kota. Dorong-dorongan antara mahasiswa dan petugas pun tidak dapat dihindari.
Dalam aksinya, massa PMII membawa berbagai spanduk dan poster berisi kritik terhadap kepemimpinan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin.
Mereka menilai kepemimpinan keduanya belum mampu menjawab berbagai persoalan yang terjadi di Kota Bogor.
Ketua PMII Cabang Kota Bogor, Toni Alfarizi, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap sejumlah kebijakan dan kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bogor yang dinilai lamban.
“Banyak persoalan yang hingga saat ini tidak terselesaikan dengan baik. Kami menilai ada beberapa dinas yang kinerjanya lambat dan terkesan menjadi bancakan kepentingan politik tim sukses,” ujar Toni kepada wartawan di lokasi aksi.
Ia juga menyoroti kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang menurutnya menjadi salah satu instansi yang banyak mendapat sorotan masyarakat terkait pelayanan dan pembangunan infrastruktur.
“Jika Dedie dan Jenal Mutaqin tidak mampu membawa perubahan untuk Kota Bogor, lebih baik mundur saja,”tegasnya.
Mahasiswa mendesak Pemerintah Kota Bogor segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran OPD serta memperbaiki tata kelola pemerintahan agar lebih transparan dan berpihak kepada masyarakat.
Sementara itu, situasi di sekitar Balai Kota Bogor sempat mengalami ketegangan selama beberapa menit sebelum akhirnya aparat keamanan berhasil mengendalikan keadaan.
Tidak ada laporan korban serius dalam insiden tersebut, namun aksi saling dorong sempat menarik perhatian masyarakat yang melintas di sekitar lokasi.
Dalam aksi tersebut, Wakil Walikota Bogor Jenal Mutaqin bersama jajarannya pun akhirnya keluar dari kantornya dan menemui mahasiswa. Jenal pun berjanji akan memenuhi tuntuan mahasiswa yang meminta transparansi program disemua dinas.














Komentar