Dari Hulu ke Hilir, Rudy Susmanto Siapkan Pertanian Terintegrasi untuk Masa Depan Kabupaten Bogor

RASIOO.id – Bupati Bogor Rudy Susmanto menyiapkan langkah besar untuk mengubah wajah sektor pertanian di Kabupaten Bogor. Melalui konsep Integrated Farming, Pemerintah Kabupaten Bogor akan membangun kawasan pertanian terpadu yang menggabungkan sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan dalam satu ekosistem yang saling terhubung dari hulu hingga hilir.

Program tersebut bukan hanya ditujukan untuk meningkatkan produktivitas petani, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan percontohan agar generasi muda semakin tertarik menekuni dunia pertanian.

Rudy Susmanto mengatakan, kawasan percontohan pertanian terintegrasi akan dibangun di kawasan Jalan Bomang. Menurutnya, proyek tersebut akan melibatkan pemerintah, instansi vertikal, kelompok tani, hingga para pelaku dan tokoh pertanian di Kabupaten Bogor.

“Kita membangun namanya integrated farming, dimulai di Jalan Bomang. Di Jalan Bomang pun alhamdulillah proses tahapan lelang Jembatan Situ Nanggerang dan Jembatan Bomang sudah selesai dua jembatan,” ujar Rudy, Senin (29/6/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur menjadi fondasi utama agar kawasan pertanian terpadu tersebut dapat berkembang secara maksimal. Salah satu proyek strategis yang akan mendukung akses menuju kawasan itu adalah pembangunan Flyover Bojonggede–Kemang.

Menurut Rudy, tahapan konstruksi sejumlah proyek akan segera dimulai dalam waktu dekat. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, lelang pembangunan flyover akan dilaksanakan pada Desember 2026.

“Dalam waktu dekat, pelaksanaan teknis konstruksi akan segera berjalan, dan mudah-mudahan kalau tidak ada halangan, Desember 2026 kita sudah bisa lakukan lelang untuk pembangunan Flyover Bojonggede-Kemang,” jelasnya.

Tak hanya mengandalkan pembangunan fisik, konsep pertanian terpadu tersebut juga akan diperkuat melalui kolaborasi dengan tokoh pertanian asal Kabupaten Bogor, Jimmy Hantu atau yang akrab disapa Om Jimmy Hantu, yang dikenal sebagai penggagas inovasi di bidang pupuk.

Rudy menyebut, Om Jimmy akan berperan dalam menyusun konsep pertanian modern yang melibatkan masyarakat, kelompok tani, serta generasi muda agar mampu menciptakan sistem pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

“Konsepnya kita berkolaborasi dengan salah satu tokoh Kabupaten Bogor namanya Om Jimmy Hantu. Beliau penemu pupuk yang ada di Indonesia dan beliau bersedia mencurahkan ide dan gagasannya untuk berkolaborasi dengan anak-anak muda, warga masyarakat, kelompok-kelompok masyarakat untuk membangun pertanian yang terintegrasi,” ungkap Rudy.

Lebih dari sekadar lahan pertanian, kawasan tersebut nantinya akan menjadi pusat pengembangan sektor pangan secara menyeluruh. Selain budidaya tanaman pangan, hortikultura, dan buah-buahan, kawasan itu juga akan mengintegrasikan sektor perikanan dan peternakan sehingga menghasilkan ekosistem yang saling mendukung.

“Bukan hanya tanaman sayur, bukan hanya tanaman buah, tapi di situ ada pertanian dan perikanan,” katanya.

Rudy menambahkan, kawasan pertanian terpadu itu akan dipusatkan di wilayah tengah Kabupaten Bogor, tepatnya di kawasan Bojonggede–Kemang. Lokasi tersebut dipilih agar mudah dijangkau masyarakat dan dapat menjadi ruang belajar terbuka bagi siapa pun yang ingin mengenal dunia pertanian.

Ia berharap, keberadaan kawasan tersebut mampu mengubah cara pandang masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap sektor pertanian yang selama ini dianggap kurang menarik.

“Supaya kita ingin mengajak masyarakat kita agar cinta terhadap dunia pertanian, cinta terhadap perikanan dan peternakan. Anak-anak muda setiap hari bisa melihat dan pada saat tertarik tidak perlu pergi jauh-jauh, cukup berhenti sambil ngopi bisa konsultasi, bisa belajar di situ,” tutup Rudy.

Melalui program Integrated Farming ini, Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan lahirnya kawasan pertanian modern yang tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga menjadi pusat inovasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang siap menjadi pelaku pertanian masa depan

Komentar