Penutupan Perlintasan Sholeh Iskandar Demi Keselamatan, Warga dan Pelajar Kota Bogor Mulai Ubah Kebiasaan

RASIOO.id – Pemerintah Kota Bogor bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus mengoptimalkan penutupan dan pemagaran sisi barat maupun timur perlintasan rel kereta api di Jalan Sholeh Iskandar sebagai upaya menekan angka kecelakaan di kawasan rawan tersebut.

Langkah ini dilakukan karena lokasi tersebut selama ini dikenal sebagai titik berbahaya yang telah memakan banyak korban jiwa. Meski sempat memunculkan pro dan kontra terkait aksesibilitas warga, kebijakan tersebut dinilai penting demi keselamatan bersama.

Sejumlah warga mendukung keputusan penutupan akses perlintasan tersebut. Salah satunya Firdaus (35), warga Kota Bogor, yang menilai risiko kecelakaan di kawasan itu terlalu tinggi untuk diabaikan.

Menurutnya, sebagai pejalan kaki dirinya tidak mempermasalahkan jika harus memutar lebih jauh, selama perjalanan menjadi lebih aman dan risiko kecelakaan dapat diminimalisir.

Di sisi lain, kebijakan ini turut membawa perubahan pada mobilitas harian masyarakat. Area yang kini dipagari sebelumnya dikenal sebagai titik transit informal yang cukup strategis bagi warga.

Seorang pedagang minuman bernama Doni (35) mengatakan lokasi tersebut kerap digunakan penumpang untuk naik dan turun angkutan umum seperti angkot nomor 07, 08, dan 09. Banyak pekerja pabrik hingga pelajar yang selama ini mengandalkan akses tersebut untuk menyeberang lebih cepat.

Dengan adanya pagar pembatas, pejalan kaki kini harus mencari jalur alternatif yang membuat perjalanan menjadi lebih jauh. Dampaknya juga mulai dirasakan pelaku usaha di sekitar lokasi akibat perubahan arus aktivitas warga.

Perubahan rute juga dirasakan kalangan pelajar. Ubi (16), siswi SMK Negeri 3 Bogor, mengaku kini harus menyesuaikan perjalanan menuju sekolah setelah jalur penyeberangan ditutup.

“Memang jadi lebih jauh, tapi tidak apa-apa demi keselamatan juga. Paling sekarang naik bus karena rutenya lewat ke sana,” ujarnya.

Pemerintah Kota Bogor sebelumnya telah memasang imbauan melalui banner agar masyarakat tidak lagi menyeberang di perlintasan rel Jalan Sholeh Iskandar. Kebijakan penutupan resmi mulai diterapkan sejak 1 Juli 2026.

Komentar