RASIOO.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masih menyisakan empat kursi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama yang belum terisi. Meski demikian, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim memastikan proses pengisian jabatan tersebut akan dilakukan sesuai mekanisme birokrasi dengan mengutamakan aparatur sipil negara (ASN) terbaik dari lingkungan internal.
Sebelumnya, Pemkot Bogor telah melantik dua pejabat pimpinan tinggi pratama serta sejumlah pejabat fungsional di Ruang Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa (30/6/2026). Jabatan yang terisi dalam pelantikan tersebut yakni Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta seorang Staf Ahli Wali Kota.
Namun hingga awal Juli 2026, masih terdapat empat posisi strategis yang belum memiliki pimpinan definitif, yakni Staf Ahli Wali Kota Bidang SDM, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Menanggapi hal tersebut, Dedie A. Rachim menegaskan bahwa kekosongan jabatan merupakan bagian dari proses administrasi yang lazim terjadi dalam birokrasi pemerintahan.
“Pengisian jabatan tidak bisa dilakukan secara instan. Ada tahapan yang harus dilalui, mulai dari pengajuan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN), proses asesmen, hingga mekanisme administrasi lainnya. Semua harus mengikuti aturan yang berlaku,” ujar Dedie saat ditemui di Balai Kota Bogor, Sabtu (4/7/2026).
Menurutnya, pengisian jabatan di lingkungan ASN berbeda dengan sistem penunjukan di kabinet pemerintahan. Karena itu, seluruh proses harus dilakukan secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Lebih lanjut, Dedie mengungkapkan bahwa Pemkot Bogor akan memprioritaskan talenta-talenta terbaik yang berasal dari internal pemerintahan. ASN yang memiliki rekam jejak, kompetensi, integritas, dan prestasi kerja menjadi pilihan utama untuk mengisi jabatan strategis tersebut.
“Saya lebih memilih mencari talenta-talenta dari internal. Para champion yang sudah memiliki track record dan reputasi yang baik akan menjadi prioritas kami,” katanya.
Ia menambahkan, apabila tidak ditemukan kandidat yang memenuhi kriteria, barulah pemerintah akan mempertimbangkan opsi lain sesuai regulasi yang berlaku.
Dengan masih kosongnya empat jabatan penting tersebut, Pemkot Bogor memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal. Sementara proses seleksi terus dipersiapkan agar nantinya posisi strategis tersebut diisi oleh sosok yang mampu memperkuat kinerja pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.













Komentar