RASIOO.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 18 Kota Bogor tahun ini hadir dengan nuansa berbeda. Tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, kegiatan tersebut juga diisi dengan aksi nyata pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon buah bersama Pemerintah Kota Bogor, Rabu 15 Juli 2026.
Kegiatan yang dipimpin langsung Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, itu menjadi langkah awal Pemkot Bogor dalam membangun budaya cinta lingkungan sejak dini. Puluhan bibit pohon buah ditanam di area sekolah sebagai simbol komitmen menciptakan lingkungan yang lebih hijau sekaligus sarana edukasi bagi para pelajar.
Dedie A. Rachim mengatakan, penanaman pohon merupakan bentuk pembelajaran sederhana namun memiliki makna besar dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin nyata.
“Ini sebuah langkah kecil dari Kota Bogor untuk memberikan pembelajaran kepada kita semua. Global warming dan perubahan iklim yang kita hadapi saat ini pada dasarnya dipicu oleh ulah manusia,” ujarnya.
Menurut Dedie, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan lingkungan agar kondisi bumi di masa depan tidak semakin memburuk.
“Kalau kita ingin anak-anak sebagai generasi penerus menikmati kehidupan yang baik dan normal di masa depan, maka kesadaran menjaga lingkungan harus dibangun sejak sekarang. Jangan sampai global warming berubah menjadi global disaster,” katanya.
Melalui program tersebut, Pemkot Bogor ingin mengajak seluruh pelajar, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA, untuk ikut berpartisipasi menjaga kelestarian alam.
“Kita mengajak generasi muda Bogor untuk mulai peduli dan mau melestarikan lingkungan. Kita awali dari SMP Negeri 18 dan mudah-mudahan bisa direplikasi di seluruh sekolah sehingga Bogor tetap hijau dan lestari,” ungkapnya.
Dedie menegaskan, program penanaman pohon tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Pemerintah Kota Bogor telah menyiapkan surat edaran agar kegiatan tersebut menjadi agenda rutin setiap tahun ajaran baru.
“Program ini harus dilakukan secara konsisten setiap tahun pelajaran baru. Yang tidak kalah penting, pohon yang sudah ditanam harus dipantau dan dirawat agar benar-benar tumbuh dan memberikan manfaat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua OSIS SMP Negeri 18 Kota Bogor, M. Adelard Djamil, menyambut positif program tersebut. Ia berharap pohon-pohon yang ditanam hari ini dapat terus dirawat oleh adik-adik kelasnya hingga tumbuh besar dan menghasilkan buah.
“Saya berharap ketika nanti saya lulus, pohon-pohon ini tetap disiram dan dirawat oleh adik-adik. Semoga saat saya sudah kuliah atau bekerja nanti, pohonnya sudah berbuah dan hasilnya bisa dinikmati oleh generasi berikutnya,” tuturnya.
Adelard juga mengaku siap menjalankan amanah untuk ikut menjaga tanaman yang telah ditanam.
“Saya pasti akan melakukannya. Saya juga berjanji suatu saat akan datang kembali untuk melihat perkembangan pohon ini,” pungkasnya.
Melalui gerakan sederhana ini, Pemerintah Kota Bogor berharap MPLS tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi momentum menanamkan karakter peduli lingkungan kepada generasi muda, sekaligus mewariskan ruang hijau yang dapat dinikmati hingga bertahun-tahun mendatang.














Komentar