RASIOO.id – Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi, menilai Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 yang mencapai lebih dari Rp600 miliar masih berada dalam batas yang wajar. Menurutnya, besarnya SILPA dipengaruhi oleh sejumlah faktor, bukan semata-mata karena program pemerintah tidak terlaksana.
Rusdi menjelaskan, penyumbang terbesar SILPA berasal dari belanja modal, terutama pembebasan lahan yang belum dapat direalisasikan sepanjang 2025. Selain itu, terdapat sisa belanja pegawai serta efisiensi anggaran dari hasil lelang yang nilainya lebih rendah dibandingkan pagu anggaran.
“Salah satu penyumbang terbesar SILPA berasal dari belanja lahan yang belum bisa direalisasikan. Ada juga sisa belanja pegawai dan hasil lelang yang nilainya lebih rendah dari pagu anggaran,” kata Rusdi, Kamis, 16 Juli 2026.
Menurutnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangerang yang melampaui target turut memberikan kontribusi terhadap besarnya SILPA. Karena itu, tingginya SILPA tidak bisa dijadikan satu-satunya indikator rendahnya kinerja pelaksanaan program pemerintah.
“PAD kita melebihi target sehingga ikut berkontribusi terhadap SILPA. Jadi bukan hanya karena ada kegiatan yang tidak terlaksana,” ujarnya.
Meski demikian, DPRD tetap menyoroti realisasi anggaran Pemerintah Kota Tangerang hingga pertengahan 2026 yang masih berada di bawah 50 persen. Rusdi menilai kondisi tersebut harus segera dibenahi agar target pembangunan dapat tercapai sesuai rencana.
Ia meminta pemerintah mempercepat pelaksanaan berbagai program, terutama yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan penanganan banjir, sehingga manfaat anggaran dapat segera dirasakan masyarakat.
“Sekarang sudah bulan Juli, jadi program-program yang menyentuh langsung masyarakat harus segera direalisasikan. Kami berharap penyerapan anggaran bisa mencapai di atas 90 persen pada akhir tahun,” pungkasnya.















Komentar