Berawal dari Lahan Terbengkalai Komunitas Alkesa Bogor Bangun Pusat Edukasi Lingkungan Tanpa Bantuan Dana

RASIOO.id – Di tengah semakin terbatasnya ruang terbuka hijau di Kota Bogor, sekelompok warga membuktikan bahwa semangat gotong royong mampu menghadirkan perubahan besar. Berawal dari lahan tidur yang terbengkalai, mereka menyulap kawasan tersebut menjadi pusat edukasi lingkungan hidup yang kini dikenal sebagai Komunitas Alkesa (Alam Kencana Lestari Bersama).

Seluruh proses pembangunan dilakukan secara swadaya tanpa mengandalkan donatur tetap maupun bantuan dana pemerintah. Hanya bermodalkan kepedulian terhadap lingkungan, empat hingga lima orang pendiri komunitas bergotong royong mengumpulkan dana dan ide untuk mewujudkan ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pengurus bidang keuangan Komunitas Alkesa, Muri (52), mengatakan kehadiran Alkesa lahir dari keresahan para pendiri yang melihat semakin sempitnya ruang hijau di kawasan perkotaan.

“Tidak ada yang mendanai. Yang namanya komunitas, kami berawal dari teman-teman yang merasa harus ada ruang publik atau ruang terbuka di Kota Bogor yang mulai sempit ini. Kami bahu-membahu, baik dari segi finansial maupun ide-ide,” ujar Muri.

Perjuangan yang telah berlangsung selama sekitar empat hingga lima tahun itu akhirnya membuahkan hasil. Komunitas Alkesa kini telah mengantongi Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai bentuk pengakuan atas komitmen mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Lahan yang sebelumnya tidak terurus kini berkembang menjadi kawasan edukasi yang dilengkapi rumah kompos, fasilitas pemilahan sampah, serta berbagai klaster kegiatan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, lansia hingga kelompok ekonomi kreatif.

Tak hanya dimanfaatkan warga sekitar, Alkesa juga menjadi lokasi pembelajaran luar kelas (outing class) bagi sejumlah sekolah di Kota Bogor. Salah satunya SD Polisi 1 dan SD Polisi 2 yang secara rutin setiap tahun mengajak para siswanya belajar langsung mengenai pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

“Sudah ada beberapa SD di Kota Bogor yang berkunjung secara rutin. Kalau tidak salah sudah tiga tahun, yaitu SD Polisi 1 dan SD Polisi 2. Mereka setiap tahun mengadakan kegiatan di sini,” tuturnya.

Meski aktivitas edukasi terus berkembang, Alkesa tetap mempertahankan prinsip kemandirian dalam pengelolaannya. Setiap sekolah yang berkunjung tidak dikenakan tarif komersial, melainkan memberikan kontribusi sukarela yang seluruhnya digunakan untuk merawat sekaligus mengembangkan fasilitas yang ada.

“Mereka sistemnya bukan gratis, tetapi ada sedikit kontribusi. Kontribusi itu digunakan supaya sama-sama membangun dan memajukan tempat ini,” jelas Muri.

Selama empat tahun terakhir, Komunitas Alkesa membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus dimulai dengan modal besar. Melalui semangat swadaya dan gotong royong, lahan yang semula terbengkalai kini berubah menjadi ruang hijau sekaligus pusat edukasi yang memberi manfaat bagi masyarakat dan menjadi bekal bagi generasi muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan. (Hana)

Komentar