RASIOO.id – Bupati Bogor Rudy Susmanto meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Pemerintah Kecamatan Kemang terus memperkuat sinergi dalam upaya normalisasi sungai guna meningkatkan kelancaran aliran air serta mengurangi potensi banjir akibat pendangkalan.
Kegiatan normalisasi saat ini difokuskan di kawasan Desa Parakan Jaya, Kecamatan Kemang, tepatnya di jalur Kali Kemang hingga sepanjang jalur Desa Parakan Jaya menuju Jalan Raya Parung.
Pada Senin, 21 Juli 2026, dua unit alat berat jenis ekskavator diterjunkan untuk melakukan pengerukan dan pendalaman sungai.
Berdasarkan informasi, normalisasi di lokasi tersebut terakhir kali dilakukan pada tahun 2005.
Selama lebih dari dua dekade, sedimentasi menyebabkan dasar sungai mengalami pendangkalan sehingga aliran air tidak lagi berjalan optimal.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menghambat aliran air hingga berdampak ke kawasan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) di Desa Kemang, terutama saat curah hujan tinggi.
Selain di Desa Parakan Jaya, program normalisasi juga akan dilanjutkan di sejumlah titik lain di Kecamatan Kemang, meliputi wilayah Desa Kemang, jalur Pondok Udik menuju Rancabungur, hingga Desa Jampang.
Untuk kawasan Desa Jampang, proses pengerukan, pendalaman, dan pelebaran sungai telah rampung dilaksanakan. Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor memasuki tahap akhir berupa pembersihan material dan puing-puing hasil normalisasi.
Camat Kemang, Imam Mahmudi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah nyata Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mengembalikan fungsi sungai agar aliran air kembali lancar sekaligus mengurangi potensi genangan di wilayah hilir.
“Kami mengapresiasi sinergi DLH Kabupaten Bogor yang bergerak cepat melakukan normalisasi di wilayah Kemang. Titik ini memang sudah lama mengalami pendangkalan dan menjadi salah satu penyebab terhambatnya aliran air,” ujar Imam Mahmudi.
Ia berharap pengerukan dan pendalaman sungai yang dilakukan dapat mengembalikan kapasitas sungai sehingga mampu meminimalkan risiko banjir, khususnya saat memasuki musim penghujan.
“Pengerukan dan pendalaman ini diharapkan dapat mengoptimalkan kembali fungsi sungai sehingga aliran air menjadi lebih lancar dan risiko banjir dapat diminimalkan,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Bogor menegaskan komitmennya untuk terus menjaga fungsi sungai melalui program normalisasi secara bertahap dan berkelanjutan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi penanganan banjir dengan meningkatkan kapasitas aliran sungai, mengurangi sedimentasi, serta menjaga lingkungan agar tetap aman dan nyaman bagi masyarakat.














Komentar