RASIOO.id – Penyidikan kasus dugaan korupsi proyek di RSUD Parung terus bergulir. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor melakukan penggeledahan di tiga rumah yang diduga berkaitan dengan tersangka berinisial BAP, Selasa 21 Juli 2026 malam.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di kawasan elite Pakuan Hills, Kota Bogor. Penggeledahan di rumah tersebut sempat diwarnai penolakan dari penghuni karena diduga terjadi kesalahpahaman terkait kedatangan tim penyidik.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Bogor, Rinaldy Adriansyah, mengatakan tim penyidik akhirnya dapat melaksanakan penggeledahan setelah memberikan penjelasan secara persuasif kepada penghuni rumah.
“Di lokasi terakhir memang sempat terjadi kesalahpahaman dari penghuni rumah. Namun kami mengedepankan pendekatan persuasif, sehingga akhirnya penghuni bersikap kooperatif dan mempersilakan tim penyidik melakukan penggeledahan,” ujar Rinaldy, Rabu (22/7/2026).
Dalam penggeledahan di tiga lokasi tersebut, penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen penting serta berbagai perangkat elektronik yang diduga berkaitan dengan perkara yang tengah diusut.
Menurut Rinaldy, seluruh barang bukti akan dianalisis untuk memperkuat alat bukti dalam penyidikan terhadap tersangka BAP.
“Barang bukti yang kami amankan berupa dokumen-dokumen dan perangkat elektronik. Semua akan kami dalami untuk melengkapi pembuktian tindak pidana yang disangkakan kepada BAP,” jelasnya.
Meski demikian, Kejari belum memastikan status kepemilikan rumah di kawasan Pakuan Hills yang menjadi lokasi penggeledahan terakhir.
Rinaldy hanya menyebut rumah tersebut terafiliasi dengan tersangka BAP. Sementara kepemilikan sah atas rumah itu masih didalami penyidik.
“Untuk rumah di Pakuan Hills, statusnya masih rumah yang terafiliasi dengan tersangka BAP. Bukti kepemilikannya masih kami dalami, meski informasi awal mengarah bahwa rumah tersebut merupakan milik BAP,” ungkapnya.
Penggeledahan ini merupakan bagian dari upaya Kejari Kabupaten Bogor mengusut tuntas dugaan korupsi di RSUD Parung. Penyidik masih terus menelusuri aliran aset, dokumen, serta barang elektronik yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut.
Seiring penyidikan yang terus berkembang, tidak menutup kemungkinan akan ada fakta-fakta baru yang terungkap, termasuk mengenai kepemilikan aset yang diduga berkaitan dengan tersangka maupun pihak-pihak lain yang terafiliasi dalam kasus tersebut.













Komentar