RASIOO.ID, BOGOR – Penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pancawaluya Tahun Pelajaran 2026/2027 yang diikuti oleh siswa SMP, SMA, dan SMK Taruna Andigha Kota Bogor yang berlangsung pada Jumat, 24/07/2026 menjadi momentum penting untuk menyuarakan pemerataan kualitas pendidikan. Dalam kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut, H. Andi Surya Wijaya, S.H., M.H. menegaskan pentingnya perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan dan pengembangan sekolah swasta sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pendidikan nasional.
Acara penutupan MPLS yang ditandai dengan pencabutan tanda peserta berlangsung penuh semangat dan dihadiri oleh jajaran yayasan, kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, serta seluruh peserta didik baru dari jenjang SMP, SMA, dan SMK Taruna Andigha. Momentum ini menjadi penutup rangkaian MPLS Pancawaluya yang selama sepekan membekali peserta didik dengan pendidikan karakter, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, serta nilai-nilai kepemimpinan.

Dalam sambutannya, H. Andi Surya Wijaya, S.H,. M.H menyampaikan bahwa pembangunan pendidikan harus dilakukan secara adil tanpa membedakan status sekolah negeri maupun swasta. Menurutnya, hingga saat ini masih terdapat kesenjangan perhatian yang dirasakan oleh banyak sekolah swasta, khususnya yang sedang berkembang dan terus menunjukkan prestasi di bidang akademik maupun nonakademik.
“Sekolah swasta adalah mitra strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, sudah seharusnya memperoleh perhatian yang sama. Jangan sampai muncul kesan bahwa sekolah negeri lebih diutamakan, sementara sekolah swasta yang turut berkontribusi besar justru berjalan dengan keterbatasan,” ungkapnya.
Tokoh pendidikan Kota Bogor tersebut menilai bahwa keberhasilan dunia pendidikan tidak dapat dicapai hanya dengan mengandalkan sekolah negeri. Ribuan peserta didik di Kota Bogor setiap tahunnya memperoleh layanan pendidikan melalui sekolah swasta yang memiliki komitmen tinggi dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan membentuk karakter generasi muda.
Oleh karena itu, ia berharap pemerintah, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, maupun Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor, dapat memperluas bentuk dukungan terhadap sekolah swasta. Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya sebatas penyaluran Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tetapi juga melalui peningkatan bantuan sarana dan prasarana pendidikan, penguatan fasilitas pembelajaran, serta berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah swasta.
“Kita menginginkan adanya kesetaraan dalam pelayanan pendidikan. Ketika sekolah swasta berkembang, maka kualitas pendidikan daerah juga akan meningkat. Ini merupakan investasi bersama untuk masa depan bangsa,” tegasnya.
Ia juga menyoroti masih adanya paradigma yang memandang sekolah negeri sebagai pilihan utama, sementara sekolah swasta dianggap sebagai alternatif. Menurutnya, paradigma tersebut perlu diubah karena saat ini banyak sekolah swasta mampu menunjukkan kualitas pendidikan yang tidak kalah bersaing, bahkan berhasil melahirkan lulusan berprestasi dan berkarakter.
Dalam kesempatan tersebut, H. Andi Surya Wijaya, S.H,. M.H memberikan apresiasi kepada jajaran Yayasan Ibnu Hadjar (YIH) beserta keluarga besar SMP, SMA, dan SMK Taruna Andigha yang terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program pembinaan karakter, kedisiplinan, dan pengembangan potensi peserta didik.
Menurutnya, pelaksanaan MPLS Pancawaluya merupakan contoh nyata bagaimana sekolah swasta mampu menghadirkan proses pengenalan lingkungan sekolah yang edukatif, inspiratif, serta membangun karakter siswa sejak hari pertama memasuki dunia pendidikan.
Sebagai sosok yang telah mengabdi selama dua periode sebagai Anggota DPRD Kota Bogor, yakni periode 2009–2014 dan 2014–2019 di Komisi D yang membidangi pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat, H. Andi Surya Wijaya mengaku memahami berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan, khususnya sekolah swasta.
Pengalaman selama kurang lebih sepuluh tahun di legislatif menjadi bekal baginya untuk terus memperjuangkan pemerataan akses dan kualitas pendidikan. Ia meyakini bahwa kemajuan pendidikan hanya dapat diwujudkan apabila seluruh pemangku kepentingan memiliki komitmen yang sama dalam memberikan kesempatan berkembang bagi seluruh satuan pendidikan tanpa diskriminasi.
H. Andi Surya Wijaya, S.H,. M.H juga merupakan putra dari pendiri Yayasan Ibnu Hadjar (YIH), almarhum Letjen TNI (Purn.) H. Andi Muhammad Ghalib, S.H., M.H., yang dikenal sebagai mantan Jaksa Agung Republik Indonesia. Semangat pengabdian terhadap dunia pendidikan yang diwariskan oleh almarhum terus menjadi inspirasi dalam pengembangan lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Ibnu Hadjar.
Melalui momentum penutupan MPLS Pancawaluya ini, H. Andi Surya Wijaya berharap lahir sinergi yang semakin kuat antara pemerintah dan lembaga pendidikan swasta. Menurutnya, pemerataan dukungan merupakan langkah strategis dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan.
Penutupan MPLS Pancawaluya Tahun Pelajaran 2026/2027 diakhiri dengan prosesi pencabutan tanda peserta sebagai simbol berakhirnya masa pengenalan lingkungan sekolah sekaligus dimulainya perjalanan peserta didik sebagai bagian dari keluarga besar SMP, SMA, dan SMK Taruna Andigha. Suasana penuh semangat dan optimisme mewarnai kegiatan tersebut, disertai doa bersama agar seluruh peserta didik mampu tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Dengan semangat pemerataan pendidikan yang disampaikan dalam forum tersebut, diharapkan sekolah negeri dan sekolah swasta dapat terus berjalan beriringan sebagai pilar utama dalam mewujudkan pendidikan Indonesia yang maju, berkualitas, dan berkeadilan bagi seluruh anak bangsa.








Komentar