400 Meter Merah Putih Berkibar di Langit Cipondoh Kota Tanggerang, Simbol Semangat Warga Menyongsong Indonesia Emas

RASIOO.ID – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu kuat di Kompleks Perumahan Puri Dewata Indah, RW 06, Kelurahan Poris Plawad Utara, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Bukan sekadar memasang bendera di depan rumah, warga setempat menghadirkan pemandangan spektakuler dengan membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 400 meter yang membelah kawasan permukiman.

Bentangan raksasa itu langsung mencuri perhatian masyarakat dan pengguna jalan. Warna merah dan putih yang berkibar di sepanjang jalan perumahan menjadi simbol kuat persatuan, gotong royong, sekaligus kecintaan warga terhadap Tanah Air.

Ketua RW 06, Momon Simon, mengungkapkan bahwa ide pemasangan bendera sepanjang 400 meter sebenarnya telah direncanakan sejak 2025. Namun, rencana tersebut harus tertunda karena bertepatan dengan berakhirnya masa jabatannya sebagai Ketua RW pada Oktober tahun lalu.

“Rencana itu sebenarnya sudah ada sejak 2025, tetapi karena masa jabatan saya berakhir pada Oktober, akhirnya belum bisa direalisasikan. Alhamdulillah saya kembali dipercaya warga dan tahun ini bisa diwujudkan,” ujar Momon, Rabu (5/8/2026).

Bukan Sekadar Hiasan, Ada Pesan Besar di Baliknya

Menurut Momon, bentangan Merah Putih itu bukan hanya untuk memperindah lingkungan saat perayaan kemerdekaan. Di balik panjang bendera tersebut tersimpan pesan moral yang ingin disampaikan kepada seluruh warga, khususnya generasi muda.

Ia berharap anak-anak sekolah, Karang Taruna, hingga seluruh masyarakat tidak kehilangan semangat mencintai bangsa meski di tengah berbagai tantangan politik maupun ekonomi.”Momentum 17 Agustus harus terus membangkitkan semangat kita. Jangan sampai karena kondisi yang ada, kita menjadi malas memasang bendera atau kehilangan rasa cinta kepada Indonesia,” katanya.

Lebih dari itu, angka 400 meter dipilih bukan tanpa alasan. Momon menyebut panjang bendera tersebut menjadi simbol harapan agar masyarakat tetap solid dan optimistis menghadapi perjalanan bangsa menuju Indonesia Emas.”Kenapa 400 meter? Itu menjadi simbol harapan agar kita bersama-sama mampu menghadapi Indonesia Emas di masa depan,” jelasnya.

Dibangun dari Semangat Gotong Royong Warga

Keberhasilan memasang bendera raksasa itu tidak lepas dari kekompakan warga RW 06. Persiapan telah dilakukan sejak 25 Juli 2026 dengan membuat rangka penyangga dari bambu yang sebagian besar berasal dari bambu bekas milik warga yang sedang merenovasi rumah.

Seluruh proses dikerjakan secara gotong royong oleh pengurus RW, RT, Karang Taruna, hingga masyarakat sekitar.

Menariknya, kain bendera tidak langsung dibeli dalam bentuk jadi. Bahan kain dibeli secara terpisah, kemudian dijahit sendiri oleh istri Ketua RW, Helmi, yang akrab disapa Bu RW.

“Semua pengurus RT, RW, dan warga ikut membantu. Alhamdulillah proses pemasangan berjalan lancar karena semua memiliki semangat yang sama,” tutur Momon.

Swadaya Warga, Habiskan Puluhan Juta Rupiah

Semangat nasionalisme warga juga tercermin dari pembiayaan kegiatan tersebut yang sepenuhnya dilakukan secara swadaya.

Dana berasal dari kas RW, kontribusi pribadi Ketua RW, hingga dukungan masyarakat yang ikut membantu, termasuk penyediaan lampu penerangan agar bentangan Merah Putih tetap terlihat indah pada malam hari

Komentar