RASIOO.id – Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor mulai mematangkan konsep besar revitalisasi kawasan Pasar dan Plaza Bogor. Tak hanya menghadirkan pasar modern, proyek ini juga akan dilengkapi skybridge yang menghubungkan kawasan pasar dengan Kebun Raya Bogor, gedung parkir bertingkat, convention hall, hotel, hingga kawasan komersial terpadu.
Sembari menunggu proses revitalisasi dimulai, lahan bekas Pasar dan Plaza Bogor yang telah selesai dibongkar kini dimanfaatkan sebagai area parkir sementara untuk mengurai kepadatan kendaraan di kawasan Suryakencana, terutama saat akhir pekan.
Project Manager PT FAM, Martin Rustandi, mengatakan proses pembongkaran telah rampung dan saat ini pihaknya tengah menyelesaikan tahapan akhir perencanaan.”Pasar dan Plaza Bogor itu sudah selesai proses pembongkaran. Sekarang kita sedang finalisasi,” ujar Martin saat mendampingi kunjungan Wali Kota Bogor ke Pasar Merdeka, Kamis (6/8/2026).
Menurut Martin, pemanfaatan sementara sebagai lahan parkir dilakukan karena tingginya volume kendaraan wisatawan yang berkunjung ke Kota Bogor setiap Sabtu dan Minggu.”Karena kunjungan ke Kota Bogor cukup tinggi, parkir di kawasan Suryakencana sering menimbulkan kemacetan. Dengan memanfaatkan lahan eks Pasar dan Plaza Bogor sebagai parkir sementara, kendaraan bisa masuk ke dalam kawasan tersebut,” katanya.
Ia menjelaskan, area belakang eks pasar disiapkan untuk parkir bus dan truk, sedangkan area bekas Plaza Bogor diperuntukkan bagi kendaraan roda dua dan roda empat.
Berdasarkan hasil kajian konsultan, kawasan parkir nantinya tidak lagi berupa lahan terbuka, melainkan akan dibangun menjadi gedung parkir bertingkat yang mampu menampung ribuan kendaraan.”Mudah-mudahan sampai akhir Desember lahan ini masih digunakan sebagai parkir sementara. Setelah itu kami akan masuk ke tahapan berikutnya,” ujarnya.
Martin mengungkapkan, PPJ kini sedang menyiapkan konsep sebagai dasar pelaksanaan beauty contest, yakni proses pemilihan calon investor yang akan menjadi mitra dalam proyek revitalisasi tersebut.
Melalui mekanisme itu, para pelaku usaha akan mempresentasikan profil perusahaan, konsep pengembangan, hingga penawaran kerja sama sebelum ditetapkan sebagai investor.
Revitalisasi kawasan ini mengacu pada Kajian Bagi Usaha (KBU) Tahun 2022 yang telah disusun sebelumnya. Dalam kajian tersebut, terdapat empat fungsi utama yang akan dikembangkan di kawasan eks Pasar dan Plaza Bogor.
Fasilitas pertama adalah gedung parkir bertingkat yang mampu menampung kendaraan roda dua, roda empat, bus, hingga kendaraan wisata guna mendukung mobilitas pengunjung Kebun Raya Bogor dan pusat kota.
Selanjutnya akan dibangun convention hall sebagai pusat kegiatan pertemuan dan berbagai agenda berskala besar. Kawasan ini juga tetap mempertahankan fungsi pasar melalui konsep pasar bersih yang terintegrasi dengan bangunan modern lainnya.
Selain itu, hotel juga akan dibangun sebagai fasilitas pendukung convention hall dan aktivitas bisnis di kawasan tersebut.”Tujuan adanya hotel untuk menunjang kegiatan di convention hall. Sementara fungsi pasar tetap dipertahankan dan diintegrasikan dengan bangunan lainnya,” jelas Martin.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya, Jenal Mutaqin, mengatakan salah satu ikon utama revitalisasi adalah pembangunan skybridge yang akan menghubungkan kawasan pasar dengan Kebun Raya Bogor.”Akan ada jembatan penghubung dari kawasan pasar menuju Kebun Raya Bogor,” kata Jenal.
Ia menambahkan, konsep revitalisasi tidak hanya berfokus pada aktivitas perdagangan, tetapi juga mengembangkan kawasan menjadi destinasi perkotaan dengan konsep mixed-use development yang menggabungkan fungsi perdagangan, bisnis, pariwisata, dan perhotelan.”Ke depan kawasan ini akan menjadi kawasan premium. Fungsi pasar tetap ada, tetapi dipadukan dengan fungsi-fungsi lain sehingga memberikan nilai tambah bagi Kota Bogor,” pungkasnya.














Komentar