RASIOO.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memastikan Sekolah Rakyat di Kecamatan Jasinga akan memulai kegiatan belajar mengajar pada 15 Agustus 2026. Pembukaan tahun ajaran baru diawali dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai langkah awal menyambut ratusan peserta didik yang telah dinyatakan lolos seleksi.
Meski pembangunan infrastruktur hampir sepenuhnya rampung, Pemkab Bogor masih dihadapkan pada satu tantangan penting, yakni ketersediaan air bersih yang terganggu akibat musim kemarau panjang.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor, Farid Ma’ruf, mengatakan progres pembangunan Sekolah Rakyat saat ini telah memasuki tahap akhir dan hanya menyisakan sejumlah pekerjaan penyelesaian.
Hal tersebut disampaikan usai mendampingi Wakil Bupati Bogor meninjau langsung kesiapan lokasi Sekolah Rakyat di Jasinga.”Kemarin kami mendampingi Pak Wakil Bupati melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Jasinga. Alhamdulillah kondisi infrastrukturnya hampir selesai semua, tinggal tahap finishing. Saat ini kami juga sedang mempersiapkan pelaksanaan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 yang rencananya dimulai pada 15 Agustus,” ujar Farid, Rabu 5 Agustus 2926.
Tampung 270 Siswa dari Tiga Jenjang
Farid menjelaskan, proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) telah selesai dan kuota peserta didik tahun pertama berhasil terpenuhi.
Pada tahun ajaran perdana ini, Sekolah Rakyat Jasinga akan menampung 270 siswa yang berasal dari tiga jenjang pendidikan.
Rinciannya terdiri dari:
- Sekolah Dasar (SD): 30 siswa
- Sekolah Menengah Pertama (SMP): 120 siswa
- Sekolah Menengah Atas (SMA): 120 siswa
Menurutnya, jumlah tersebut sudah sesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah untuk operasional tahap awal Sekolah Rakyat.”Jumlah siswa SD ada 30 orang, kemudian SMP sebanyak 120 siswa, dan SMA sebanyak 120 siswa,” jelasnya.
Krisis Air Bersih Jadi Tantangan Utama
Di tengah kesiapan pembukaan sekolah, Pemkab Bogor masih berpacu menyelesaikan persoalan pasokan air bersih.
Farid mengungkapkan, sumber air yang selama ini dimanfaatkan mengalami penurunan debit akibat musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino.
Pemerintah kini tengah mengupayakan pemanfaatan sumber air alternatif yang berada di kawasan perbukitan dengan jarak sekitar 4 kilometer dari lokasi sekolah.”Kendalanya memang pada air bersih, dan sekarang sedang kami tangani. Ada sumber air dari salah satu bukit dengan jarak sekitar empat kilometer yang sedang kami upayakan agar bisa dimanfaatkan,” paparnya.
Ia menjelaskan, persoalan tersebut bersifat musiman karena saat musim penghujan pasokan air di kawasan tersebut relatif mencukupi.”Penyebabnya karena musim kemarau. Kalau musim hujan, airnya tersedia,” tambahnya.
Dikebut Agar Siap Beroperasi
Meski masih menghadapi tantangan penyediaan air bersih, Pemkab Bogor optimistis seluruh kebutuhan dasar dapat diselesaikan sebelum hari pertama MPLS.
Penyelesaian infrastruktur dan pemenuhan fasilitas pendukung terus dikebut agar para siswa dapat mengikuti proses belajar mengajar dengan nyaman sejak hari pertama.
Keberadaan Sekolah Rakyat di Jasinga sendiri menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan layanan pendidikan berkualitas.
Dengan target pembukaan pada 15 Agustus 2026, Pemkab Bogor berharap seluruh persiapan, termasuk persoalan suplai air bersih, dapat tuntas sehingga aktivitas belajar mengajar dapat berjalan optimal sejak awal tahun ajaran baru.











Komentar