Zona III Kompak, Asrul Haruna Dibawa ke Panggung Nasional BEM PTMAI

RASIOO.id – Peta perebutan kursi Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah Indonesia (BEM PTMAI) mulai menghangat. BEM PTMA Zona III secara resmi menyatakan dukungan kepada Asrul Haruna, mantan Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) periode 2024-2025, untuk maju dalam kontestasi kepemimpinan tingkat nasional.

Dukungan tersebut lahir dari Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) BEM PTMAI Zona III yang digelar pada 18-19 Juli 2026. Mengusung tema “Ikhtiar Kolektif: Konsolidasi Gagasan, Peneguhan Langkah, dan Akselerasi Gerakan”, forum itu mempertemukan pimpinan BEM PTMA dari berbagai perguruan tinggi yang berada di wilayah Zona III.

Dalam forum tersebut, nama Asrul tidak hanya muncul sebagai kandidat dari satu kampus. Dukungan diberikan secara kolektif oleh BEM PTMA Zona III sebagai bagian dari langkah konsolidasi untuk membawa pencalonannya ke panggung nasional.

Presidium Nasional BEM PTMA Zona III, Wildan Mutaqin, menegaskan keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama.

“Zona III hari ini menyatakan sikap yang tegas. Kami solid mendukung Asrul Haruna sebagai calon Koordinator Pusat BEM PTMAI Indonesia,” kata Wildan saat dihubungi, Minggu 9 Agustus 2026.

Bukan Sekadar Pergantian Kepemimpinan

Menurut Wildan, dukungan kepada Asrul tidak semata-mata berkaitan dengan pergantian figur di tubuh BEM PTMAI. Lebih dari itu, pencalonan tersebut dinilai menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan kepemimpinan yang mampu mempertemukan kekuatan mahasiswa Muhammadiyah dari berbagai daerah.

BEM PTMAI ke depan dinilai membutuhkan kepemimpinan yang mampu memperkuat komunikasi antarkampus, memperluas kolaborasi lintas wilayah, sekaligus menjaga arah gerakan mahasiswa agar tetap relevan dengan persoalan masyarakat.

Karena itu, konsolidasi Zona III tidak berhenti pada deklarasi. Dukungan akan terus dikawal hingga Silaturahmi Nasional BEM PTMAI, yang menjadi salah satu forum penting dalam menentukan kepemimpinan organisasi di tingkat nasional.

“Dukungan ini lahir dari semangat kolektif untuk menghadirkan kepemimpinan yang mampu memperkuat konsolidasi gerakan mahasiswa Muhammadiyah di tingkat nasional. Kami siap mengawal, bergerak, dan memenangkan Asrul Haruna di arena Silaturahmi Nasional BEM PTMAI,” tegas Wildan.

Pengalaman Memimpin Jadi Modal

Asrul Haruna bukan nama baru dalam dinamika organisasi mahasiswa. Ia pernah dipercaya menjadi Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Tangerang periode 2024-2025.

Pengalaman memimpin organisasi mahasiswa di tingkat kampus tersebut menjadi salah satu bekal yang dibawa Asrul untuk bersaing di level nasional.

Namun, bagi Zona III, pengalaman kepemimpinan saja tidak cukup. Figur yang nantinya memimpin BEM PTMAI diharapkan mampu membangun jembatan di antara berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah yang memiliki karakter gerakan serta persoalan berbeda di setiap wilayah.

Rapimwil Zona III juga menempatkan isu kaderisasi dan kolaborasi sebagai bagian penting dari arah gerakan BEM PTMAI ke depan.

BEM PTMAI diharapkan tidak berhenti sebagai forum komunikasi antarmahasiswa, tetapi mampu menjadi ruang bersama untuk melahirkan gagasan, memperkuat kader, dan merespons berbagai persoalan yang dihadapi mahasiswa maupun masyarakat.

“Kepemimpinan BEM PTMAI ke depan harus mampu menjadi ruang persatuan seluruh BEM PTMA di Indonesia, memperkuat kaderisasi, membangun kolaborasi antarwilayah, serta menghadirkan gerakan yang responsif terhadap persoalan umat, bangsa, dan negara,” ujar Wildan.

Zona III Siapkan Langkah Menuju Forum Nasional

Setelah deklarasi, pekerjaan Zona III kini berlanjut pada konsolidasi. Dukungan yang telah disepakati di tingkat wilayah akan dibawa ke forum nasional untuk diuji melalui adu gagasan dan proses demokratis.

Zona III juga mengajak BEM PTMA dari wilayah lain menjadikan Silaturahmi Nasional bukan sekadar arena perebutan posisi, tetapi ruang untuk mempertemukan gagasan dan menentukan arah gerakan mahasiswa Muhammadiyah ke depan.

Kontestasi pun diharapkan tetap berlangsung dalam suasana persaudaraan.

Bagi Zona III, deklarasi Asrul Haruna hanyalah langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan soliditas dukungan tetap terjaga hingga forum nasional.

Kini, konsolidasi telah dimulai. Dari Zona III, nama Asrul Haruna resmi dibawa menuju panggung nasional BEM PTMAI—dengan satu misi: mengubah kesepakatan wilayah menjadi kekuatan dalam pertarungan gagasan di tingkat Indonesia.

Komentar