RASIOO.id – Rencana belanja LED Videotron senilai lebih dari Rp1,1 miliar di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang akhirnya kandas. Paket pengadaan yang sebelumnya masuk dalam Rencana Pengadaan Dinkes Kota Tangerang untuk tahun anggaran 2026 itu kini ditarik dan dikaji ulang.
Dalam sistem perencanaan pengadaan, paket tersebut tercatat memiliki pagu anggaran sebesar Rp1.156.378.580 yang bersumber dari APBD Kota Tangerang 2026.
Namun, masyarakat tidak perlu menunggu pemasangan videotron tersebut. Dinkes Kota Tangerang memastikan rencana pengadaan itu tidak dilanjutkan.
Kepala Dinkes Kota Tangerang, Dini Anggraeni, mengungkapkan bahwa pengadaan tersebut sejak awal masih berada pada tahap perencanaan dan belum masuk ke tahap pelaksanaan.
“Itu dikaji ulang, enggak jadi. Itu kan baru perencanaan. Iya, sudah dikaji ulang,” kata Dini saat ditemui di GOR Pedurenan, Karang Tengah, Selasa, 11 Agustus 2026.
Rp1,1 Miliar Dialihkan
Dini menjelaskan, keputusan membatalkan rencana pengadaan videotron berkaitan dengan kebijakan efisiensi anggaran yang tengah dilakukan Pemerintah Kota Tangerang.
Anggaran yang sebelumnya dirancang untuk pengembangan media promosi kesehatan kini dipertimbangkan untuk kebutuhan lain yang dinilai lebih mendesak.
Menurutnya, kebutuhan di sektor kesehatan masih cukup beragam sehingga penggunaan anggaran harus kembali diprioritaskan berdasarkan tingkat urgensinya.
“Kita sedang efisiensi. Tadinya untuk pengembangan, untuk promosi kesehatan, tetapi ada kebutuhan lain maka itu di-review, dikaji ulang kembali. Dialihkan kepada kebutuhan lain yang lebih penting,” ujarnya.
Dengan keputusan tersebut, paket pengadaan LED Videotron dengan pagu lebih dari Rp1,1 miliar dipastikan tidak berjalan seperti yang direncanakan sebelumnya.
Bantah Berkaitan dengan Polemik di Banten
Pembatalan pengadaan ini juga sempat dikaitkan dengan polemik pengadaan videotron yang sebelumnya menjadi perhatian di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.
Namun, Dini membantah adanya keterkaitan antara kedua persoalan tersebut.
Ia menegaskan, rencana di lingkungan Dinkes Kota Tangerang merupakan pengadaan barang untuk menunjang kebutuhan promosi kesehatan dan keputusan untuk membatalkannya murni berdasarkan hasil evaluasi serta kebijakan efisiensi anggaran.
“Ini kan pengadaan barang. Kita kaji ulang karena ada kebutuhan yang lebih penting,” tegasnya.
Pembatalan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa rencana belanja yang masih berada pada tahap perencanaan dapat kembali dievaluasi ketika pemerintah melakukan penyesuaian terhadap prioritas anggaran.
Kini, dana yang sebelumnya disiapkan untuk membeli videotron tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan lain di sektor kesehatan yang dinilai lebih prioritas.















Komentar