Kebakaran Marak, Dinsos Kota Tangerang Siapkan Logistik dan Trauma Healing untuk Korban

RASIOO.id — Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang memastikan stok bantuan kebutuhan dasar atau buffer stock dalam kondisi aman untuk menghadapi berbagai bencana, baik alam maupun nonalam. Langkah ini menjadi perhatian di tengah meningkatnya kejadian kebakaran di sejumlah wilayah.

Kepala Dinsos Kota Tangerang, Acep Wahyudi, mengatakan kesiapan logistik menjadi bagian penting dalam memastikan korban bencana segera mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan.

Menurutnya, setiap bantuan yang disalurkan terlebih dahulu melalui proses asesmen cepat di lokasi kejadian. Dengan mekanisme tersebut, bantuan diharapkan benar-benar sesuai dengan kondisi korban.

“Penyaluran bantuan diawali dengan asesmen kebutuhan dasar oleh para relawan mitra kerja seperti Taruna Siaga Bencana (Tagana), Karang Taruna, serta Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). Setelah hasil asesmen keluar, bantuan langsung didistribusikan secara kolaboratif,” ujar Acep, Jumat (21/8/2026).

Bukan Hanya Logistik, Trauma Korban Juga Jadi Perhatian

Acep menyebut bantuan yang tersedia berasal dari pengadaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang serta dukungan dari Kementerian Sosial.

Namun, penanganan korban bencana menurutnya tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan makanan dan perlengkapan dasar. Kondisi psikologis korban, terutama anak-anak, juga menjadi perhatian Dinsos.

Untuk itu, Dinsos menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dalam memberikan pendampingan dan pemulihan trauma.

“Untuk penanganan dampak psikologis atau traumatik, kami bekerja sama dengan DP3AP2KB, terutama jika korbannya anak-anak,” jelasnya.

Mobilisasi Jadi Tantangan

Dalam proses pendistribusian bantuan, Dinsos menghadapi sejumlah kendala, salah satunya mobilisasi menuju lokasi bencana yang berada di kawasan padat penduduk maupun wilayah dengan tingkat kemacetan tinggi.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk memperlambat pelayanan. Petugas dan relawan dituntut bergerak cepat agar bantuan dapat segera diterima masyarakat terdampak.

Sementara untuk korban yang membutuhkan tempat tinggal sementara, Dinsos berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang.

Fasilitas umum di sekitar lokasi bencana akan diprioritaskan sebagai tempat pengungsian sementara. Apabila tidak memungkinkan, tim gabungan akan menyiapkan tenda pengungsian di lahan kosong yang dinilai layak dan memadai.

Warga Diminta Waspada Kebakaran

Di tengah ancaman bencana yang dipengaruhi perubahan iklim, Acep mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi kebakaran di lingkungan rumah.

Ia meminta warga tidak mengabaikan hal-hal sederhana yang dapat menjadi pemicu kebakaran, seperti instalasi listrik dan peralatan memasak.

“Masyarakat diimbau lebih berhati-hati, terutama memeriksa kembali instalasi listrik dan peralatan memasak setelah digunakan untuk meminimalkan risiko kebakaran,” tutupnya.

Komentar