DPRD Kabupaten Bogor Dorong Siswa Muslim Lancar Baca Al-Qur’an Sebelum Lulus SD

RASIOO.id — DPRD Kabupaten Bogor mendorong agar siswa Muslim memiliki target kemampuan membaca Al-Qur’an sebelum menyelesaikan pendidikan sekolah dasar (SD).

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bogor, Agus Salim, mengatakan gagasan tersebut berasal dari pihak dewan dan masih dalam tahap pembahasan bersama sejumlah pihak.

“Dari kadisdik sempat jadi wacana tapi ini aslinya juga usulan dari kami-kami juga,” kata Agus, Sabtu 29 Agustus 2026.

Menurut Agus, kemampuan membaca Al-Qur’an perlu dibangun sejak anak duduk di bangku SD. Ia menilai, pembiasaan mengaji sejak dini dapat membantu siswa memiliki kemampuan dasar sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.

“Anak itu mau ngaji biasanya sebelum lulus SD, kalau sudah SMP, malas, enggak ada temannya,” ujarnya.

Karena itu, DPRD Kabupaten Bogor mendorong sekolah mulai membangun program mengaji sejak kelas 1. Targetnya, siswa Muslim sudah mampu membaca Al-Qur’an dengan lancar ketika lulus SD.

“Gimana kalau kemudian kita dorong agar lulus SD targetnya sudah bisa ngaji,” katanya.

Agus menyebut, penerapan awal program tersebut dapat dilakukan melalui surat edaran atau imbauan kepada sekolah dan orangtua. Metode pembelajaran juga dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah.

“Maka di setiap sekolahan, yang Muslim tentunya, akan berusaha untuk mendorong sejak kelas 1 untuk ada program ngaji,” ucapnya.

Meski demikian, kemampuan membaca Al-Qur’an belum langsung dijadikan sebagai syarat kelulusan. DPRD masih mengkaji penerapannya bersama Komisi IV, guru mengaji, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta pemangku kepentingan lainnya.

Agus memperkirakan dibutuhkan waktu satu hingga dua tahun untuk menjalankan program tersebut sebelum nantinya dipertimbangkan menjadi salah satu persyaratan kelulusan.

“Apakah kemudian prosesnya nanti butuh 1-2 tahun penerapannya sampai kemudian jadi persyaratan, tapi yang jelas, ini didorong,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, sekolah dapat menggunakan berbagai metode pembelajaran. Program tersebut juga dapat melibatkan rumah Qur’an maupun lembaga tahfiz.

“Kita bisa kasih, silakan berlomba, metode apa pun. Metode baca Iqro, qiraah Al-Qur’an, dan lain sebagainya,” tandas Agus.

Komentar