Rakernas Perdana FSP NIBA KSPSI Pembaruan Digelar, Konsolidasi Organisasi Jadi Fokus Utama

RASIOO.id – Federasi Serikat Pekerja Niaga, Bank, Jasa, dan Asuransi – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Pembaruan (FSP NIBA KSPSI P) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdana tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di All Nite and Day Hotel Alam Sutera, Kota Tangerang Selatan, pada 29-30 Agustus 2026. Rakernas digelar untuk mengevaluasi program kerja sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan pekerja.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum KSPSI, Jumhur Hidayat, hadir dan membuka kegiatan tersebut. Turut hadir Ketua DPD KSPSI Provinsi Banten Dedi Sudarajat serta para ketua umum federasi serikat pekerja anggota se-Provinsi Banten.

Ketua Umum FSP NIBA KSPSI Pembaruan, Prawoto, mengatakan Rakernas perdana menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja organisasi sejak terbentuk pada 2023 hingga 2026.

“Rakernas ini yang perdana kita laksanakan untuk membahas beberapa agenda, pastinya tentang evaluasi program kerja selama 2023 sampai 2026. Kemudian juga ada pengunduran diri dari sekretaris umum, sehingga kita tetapkan sekretaris umum yang baru,” kata Prawoto, Minggu, 30 Agustus 2026.

Selain evaluasi program kerja dan pergantian sekretaris umum, Rakernas juga membahas sejumlah peraturan organisasi, termasuk aturan iuran anggota serta administrasi organisasi.

Prawoto menyebut salah satu tantangan utama FSP NIBA KSPSI Pembaruan saat ini ialah memperluas kepengurusan hingga ke seluruh Indonesia. Sejak berdiri pada 2023, organisasi tersebut telah memiliki kepengurusan di sejumlah provinsi.

“Pastinya tantangannya adalah bagaimana kami bisa membentuk di seluruh Indonesia untuk tingkatan provinsi sampai ke tingkat pengurus cabang maupun di tingkat perusahaan,” ujarnya.

Ia mengatakan organisasi saat ini telah terbentuk di Banten, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Bali, Sulawesi Selatan, Riau, dan Sulawesi Barat.

Ke depan, pihaknya menargetkan pembentukan pengurus daerah hingga tingkat cabang dan perusahaan. Penguatan Pimpinan Unit Kerja (PUK) juga menjadi salah satu pekerjaan rumah organisasi.

Prawoto menambahkan, Rakernas juga menjadi bagian dari persiapan menuju Musyawarah Nasional (Munas) yang dijadwalkan berlangsung pada 2028. Konsolidasi di tengah periode kepengurusan dinilai penting untuk memastikan seluruh pengurus dapat menjalankan program secara optimal.

“Harapannya yang sudah terbentuk dapat lebih mengembangkan organisasi ini sampai ke tingkat perusahaan, memperbanyak PUK. Itulah tantangan ke depannya,” jelasnya.

Selain memperkuat struktur internal, FSP NIBA KSPSI Pembaruan mendorong hubungan industrial yang harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah. Menurut Prawoto, keterbukaan perusahaan terhadap serikat pekerja penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.

“Kami berharap semua pengusaha bisa membuka diri. Dengan kita sudah melaksanakan Rakernas ini, mereka dapat mengetahui bahwasannya FSP NIBA KSPSI Pembaruan bisa diterima di masing-masing perusahaan,” katanya.

Ia juga mengajak para pekerja yang berada di sektor niaga, perbankan, jasa, dan asuransi untuk bergabung dalam organisasi serikat pekerja.

Menurutnya, keberadaan serikat pekerja dapat menjadi wadah bagi pekerja untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperjuangkan perlindungan dan kesejahteraan di tempat kerja.

“Yuk bareng-bareng kita berorganisasi. Setidaknya dengan bergabung di dalam organisasi ini kita mendapatkan kepastian hukum dan perlindungan secara hukum untuk mendapatkan kesejahteraan dan keadilan di tempat masing-masing bekerja,” pungkasnya.

Komentar