Pabrik Lampu PT Global Teguh Indonesia di Kota Tangerang Terbakar, 15 Damkar Dikerahkan

RASIOO.id – Kebakaran hebat melanda fasilitas produksi lampu milik PT Global Teguh Indonesia di Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, pada Rabu, 16 September 2026 sekitar pukul 13.00 WIB.

Kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke area dalam pabrik. Banyaknya material mudah terbakar, seperti plastik dan kardus, ditambah angin kencang, membuat proses pemadaman cukup sulit.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengerahkan sedikitnya 60 personel dan 15 unit armada pemadam kebakaran ke lokasi untuk menangani kebakaran di pabrik yang berada di wilayah Kota Tangerang tersebut.

Kepala UPT Damkar Batuceper, Ucok Negara, mengatakan api sudah membesar ketika petugas tiba di lokasi.

“Api dengan cepat merambat karena di dalam area pabrik banyak tersimpan bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti plastik dan kardus pembungkus. Ditambah lagi faktor angin di lokasi sangat kencang,” ujar Ucok saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu, 16 September 2026.

Kebakaran berdampak pada tiga area utama pabrik, yakni Gudang A, Gudang B, dan Gudang C. Sejumlah kendaraan yang berada di dalam area pabrik juga dilaporkan ikut terbakar.

Hingga saat itu, proses pemadaman diperkirakan baru mencapai 40 hingga 50 persen. Petugas kemudian menambah armada dari wilayah lain untuk mempercepat penanganan kebakaran di Kota Tangerang.

“Kami berencana menambah bantuan armada. Saat ini ada dua unit pemadam dari wilayah Ciledug yang sedang dalam perjalanan menuju lokasi,” tambah Ucok.

Menurut Ucok, angin kencang menjadi salah satu kendala utama petugas dalam mengendalikan kobaran api. Tumpukan material mudah terbakar di dalam gudang juga membuat petugas harus bekerja lebih ekstra.

“Jika kondisi mendukung, kami mengestimasikan pemadaman total membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 jam ke depan,” jelasnya.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam kebakaran pabrik PT Global Teguh Indonesia di Kota Tangerang tersebut.

Penyebab pasti kebakaran dan total kerugian material masih belum diketahui dan menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang bersama manajemen perusahaan.

Komentar