RASIOO.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mengintensifkan normalisasi Saluran Sasak Sekunder Cogreg di Desa Cogreg, Kecamatan Parung. Hingga Selasa, 22 September 2026, pekerjaan normalisasi telah mencapai sekitar 592 meter.
Normalisasi dilakukan atas arahan Bupati Bogor sebagai upaya menjaga fungsi saluran dan memastikan aliran air tetap lancar, terutama saat debit air meningkat.
Camat Parung Adhi Nugraha mengatakan, pihaknya rutin melakukan monitoring untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana sekaligus menindaklanjuti kendala yang ditemukan di lapangan.
“Monitoring ini kami lakukan untuk melihat langsung perkembangan pekerjaan normalisasi di lapangan. Saat ini progres terus berjalan, termasuk pada Saluran Sasak Sekunder Cogreg dan Saluran Inlet Setu Cogreg,” ujar Adhi.
Saluran Sasak Sekunder Cogreg memiliki panjang sekitar 4 kilometer. Saluran tersebut melintasi wilayah irigasi Desa Cogreg sepanjang 2 kilometer dan wilayah irigasi Ciseeng sepanjang 2 kilometer.
Untuk wilayah Kecamatan Parung, normalisasi dilakukan dari depan Sekolah Muhammadiyah hingga Masjid Al Barkah di samping pintu masuk KURI dengan panjang sekitar 2 kilometer.
Pekerjaan yang telah berlangsung selama 13 hari itu kini mencapai sekitar 592 meter. Rinciannya, normalisasi dari titik nol di depan Sekolah Muhammadiyah mencapai 272 meter, sedangkan ruas dari Masjid Jami Nur Muhammad Cogreg hingga Masjid Al Barkah atau pintu masuk KURI mencapai sekitar 300 meter.
“Pekerjaan sudah mencapai kawasan Perumahan Lembah Bukit Calincing atau LBC. Memang terdapat kendala teknis berupa kerusakan alat berat excavator, tetapi saat ini sedang dilakukan perbaikan agar pekerjaan dapat kembali dilanjutkan,” kata Adhi.
Selain Saluran Sasak Sekunder Cogreg, Pemkab Bogor juga melakukan normalisasi Saluran Irigasi Inlet Setu Cogreg sepanjang sekitar 350 meter, mulai dari titik nol Perumahan Bukit Parung Permai (BPP) Cogreg hingga Setu Cogreg.
Hingga Selasa, 22 September 2026, pekerjaan pada saluran tersebut telah mencapai sekitar 300 meter. Normalisasi dilakukan secara manual dengan melibatkan 26 pekerja.
Sementara itu, sisa pekerjaan sepanjang sekitar 50 meter mulai dari jembatan Cogreg atau depan Warteg 24 Jam hingga Setu Cogreg dijadwalkan mulai dikerjakan pada Rabu, 23 September 2026. Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar enam hari.
Adhi menjelaskan, pengerjaan secara manual dilakukan karena kondisi saluran tidak memungkinkan alat berat masuk. Selain itu, terdapat semak belukar yang cukup tinggi di jalur menuju aliran inlet dari kawasan Perumahan Bukit Parung Permai.
“Kami terus memonitor progresnya, termasuk pekerjaan yang dilakukan secara manual. Untuk ruas yang tersisa sekitar 50 meter, pekerjaan akan dilanjutkan dan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar enam hari,” jelasnya.
Pemerintah Kecamatan Parung bersama unsur terkait akan terus memantau perkembangan pekerjaan di lapangan. Normalisasi diharapkan dapat mengembalikan fungsi saluran sekaligus mendukung kelancaran aliran air di Desa Cogreg dan wilayah sekitarnya.











Komentar