RASIOO.id – Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meninjau kesiapan Green Forest yang menjadi salah satu venue Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026, Rabu, 7 Oktober 2026.
Kota Bogor mendapat tanggung jawab untuk menyelenggarakan 25 cabang olahraga (cabor) dalam ajang Porprov XV 2026. Dari jumlah tersebut, lima cabor akan dilaksanakan di luar Kota Bogor karena mempertimbangkan ketersediaan sarana dan prasarana.
Dengan demikian, sebanyak 20 cabor akan berlangsung di wilayah Kota Bogor. Sementara Green Forest menjadi salah satu titik penting yang disiapkan sebagai homebase bagi sejumlah cabor dengan jumlah peserta mencapai sekitar 1.000 orang.
“Dari 25 itu, meskipun tanggung jawab di bawah KONI Kota Bogor, lima di antaranya dilaksanakan di luar Kota Bogor karena beberapa pertimbangan, misalnya terkait dengan ketersediaan sarana dan prasarana,” ujar Dedie.
“Dan hari ini yang kita tinjau di Green Forest itu ada tujuh cabang olahraga yang diikuti kurang lebih sekitar 1.000 orang official, atlet, dan lain sebagainya,” lanjutnya.
Dedie bersama Ketua KONI Kota Bogor dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) memastikan kesiapan Green Forest sebagai salah satu venue penting dalam pelaksanaan Porprov XV Jawa Barat 2026.
Menurut Dedie, hasil peninjauan menunjukkan berbagai fasilitas di Green Forest sudah cukup memadai dan siap digunakan untuk mendukung pelaksanaan Porprov.
Beberapa cabor yang akan difokuskan di Green Forest di antaranya dansa, binaraga, anggar, petanque, angkat besi, dan arung jeram.
“Cabornya ada mulai dari dansa, binaraga, kemudian anggar, petanque, angkat besi, dan arung jeram yang difokuskan di homebase di Green Forest,” tuturnya.
“Jadi insyaallah lah ya, kalau dilihat dari seluruh fasilitas yang ada ini cukup memadai,” tambahnya.
Untuk cabor arung jeram, Pemkot Bogor berencana segera menyiapkan area venue pada 8 atau 9 Oktober 2026. Lintasan arung jeram tersebut akan memanfaatkan aliran Sungai Cisadane.
Dedie mengatakan masih terdapat sejumlah pekerjaan yang perlu disiapkan, mulai dari penyesuaian batu, pembersihan ranting hingga persoalan sampah di sepanjang area sungai.
“Besok atau lusa kita akan segera menyiapkan area venue untuk arung jeram,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke Sungai Cisadane. Pasalnya, area sungai yang berada di sekitar RW 13 dan RW 5 akan digunakan sebagai lintasan arung jeram selama kurang lebih delapan hari selama pelaksanaan Porprov.
“Banyak kendalanya seperti masih ada batu yang harus disesuaikan, kemudian ada ranting-ranting, dan tentu saja banyak sekali masalah sampah ya,” ujarnya.
“Karena Sungai Cisadane area dari RW 13, RW 5 ya, itu akan dipakai untuk lintasan arung jeram selama kurang lebih delapan hari,” pungkasnya.















Komentar