RASIOO.id – Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) terbanyak di Indonesia sepanjang Januari hingga September 2026. Kondisi ini menjadi perhatian, terutama bagi daerah yang memiliki kawasan industri seperti Kabupaten Bogor.
Berdasarkan data ketenagakerjaan hingga September 2026, sebanyak 13.044 pekerja di Jawa Barat tercatat terdampak PHK. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan provinsi lain di Indonesia.
Secara nasional, jumlah pekerja yang terdampak PHK mencapai 63.789 orang selama periode Januari hingga September 2026. Sementara itu, Provinsi Banten menempati posisi kedua dengan 7.733 pekerja terdampak PHK, disusul Jawa Timur dengan 6.154 pekerja.
Tingginya angka PHK di Jawa Barat menjadi perhatian karena provinsi ini memiliki banyak kawasan industri dan perusahaan dari berbagai sektor usaha. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi pekerja, terutama mereka yang kehilangan sumber penghasilan utama.
Kabupaten Bogor menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian karena memiliki aktivitas industri dan penyerapan tenaga kerja dari berbagai sektor. Situasi ketenagakerjaan di daerah ini perlu dicermati untuk melihat dampak PHK terhadap pekerja dan keluarganya.
Di sisi lain, Kota Bogor juga menghadapi tantangan dalam penyediaan lapangan kerja. Tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Bogor pada 2025 tercatat sebesar 7,69 persen, sedangkan Kota Bogor mencapai 7,95 persen.
Meski demikian, angka pengangguran tersebut tidak secara langsung menggambarkan jumlah pekerja yang terkena PHK pada 2026. Kedua data tersebut memiliki periode dan indikator pengukuran yang berbeda.
Data khusus mengenai jumlah pekerja terdampak PHK di Kabupaten Bogor dan Kota Bogor masih diperlukan untuk mengetahui kondisi di tingkat daerah secara lebih terperinci.
Informasi tersebut juga penting untuk melihat sektor usaha yang paling terdampak, sekaligus mengevaluasi langkah pemerintah daerah dalam membantu pekerja yang kehilangan pekerjaan agar dapat kembali memasuki pasar kerja.















Komentar