RASIOO.id – Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) Raya pada 16-18 Oktober 2026 di Pusdiklat Cinagara, Bogor.
Kegiatan yang mengusung tema “Reaktualisasi Nilai Pergerakan sebagai Navigasi di Era Digitalisasi” ini menjadi upaya PMII UIKA Bogor memperkuat kaderisasi sekaligus menanamkan nilai-nilai dasar pergerakan kepada mahasiswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
MAPABA Raya tidak hanya menjadi pintu masuk mahasiswa untuk bergabung dengan PMII. Kegiatan ini juga menjadi ruang pembentukan karakter, penguatan intelektualitas, serta penanaman kesadaran kritis terhadap dinamika sosial, politik, dan kebangsaan.
Ketua PK PMII UIKA Bogor, Sahabat Rapli, menempatkan kaderisasi sebagai fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan organisasi. Menurutnya, kader PMII perlu mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan prinsip perjuangan organisasi.
Tema MAPABA Raya 2026 juga menekankan pentingnya menyikapi digitalisasi secara kritis dan bijaksana. Teknologi tidak cukup hanya menjadi sarana konsumsi informasi, tetapi perlu dimanfaatkan untuk mengembangkan intelektualitas, memperluas gerakan, dan memperkuat kontribusi mahasiswa bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, PK PMII UIKA Bogor berharap dapat melahirkan kader yang adaptif terhadap perubahan zaman, memiliki ketajaman analisis, serta mampu menjadikan nilai-nilai pergerakan sebagai pedoman dalam menghadapi tantangan era digital.
Kaderisasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan perjuangan PMII. Di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat, organisasi membutuhkan generasi yang tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga memiliki landasan ideologi yang kuat, kematangan berpikir, dan komitmen terhadap pengabdian kepada masyarakat.
“Di tengah derasnya arus digitalisasi, nilai pergerakan harus tetap menjadi kompas. Teknologi boleh berkembang, zaman boleh berubah, tetapi idealisme dan keberpihakan kepada masyarakat tidak boleh kehilangan arah.”















Komentar