Rela Terjemahkan Materi Kuliah Sendiri, Kisah Aminata dari Burkina Faso Menuntut Ilmu di UIKA Bogor

RASIOO.id – Semangat menuntut ilmu tidak mengenal batas negara maupun kendala bahasa. Hal itu dibuktikan Ouedraogo Aminata, 25, mahasiswi asal Burkina Faso, Afrika Barat, yang kini tengah menyelesaikan studi tingkat akhir di Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor.

Aminata merupakan satu dari sembilan mahasiswa asal Burkina Faso yang mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi melalui program beasiswa di UIKA Bogor. Ia juga menjadi satu-satunya mahasiswi perempuan dari Burkina Faso dalam program tersebut.

Menempuh pendidikan di Program Studi Bisnis Digital, Aminata menghadapi tantangan tersendiri sejak awal perkuliahan. Salah satunya adalah bahasa Indonesia yang menjadi bahasa pengantar dalam kegiatan belajar mengajar.

Bagi Aminata, memahami materi kuliah menjadi proses yang membutuhkan usaha tambahan. Ia terlebih dahulu berusaha memahami materi yang disampaikan dosen, kemudian menerjemahkannya ke dalam bahasa yang lebih ia kuasai, yakni bahasa Inggris atau Prancis.

“Perkuliahannya pakai bahasa Indonesia. Jadi awalnya aku paham-pahami dulu materinya, habis itu baru aku translate sendiri ke bahasa Inggris atau Prancis,” ujar Aminata saat menghadiri penutupan Milad ke-65 UIKA Bogor, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Meski harus beradaptasi dengan bahasa dan lingkungan baru, Aminata tetap menikmati proses pendidikan yang dijalaninya di Kota Bogor.

Keputusannya memilih UIKA Bogor juga tidak lepas dari rekomendasi sang kakak yang sebelumnya telah lebih dulu menempuh pendidikan di kampus tersebut.

Menurut Aminata, pengalaman selama berada di UIKA tidak hanya memberinya kesempatan untuk mendapatkan pendidikan, tetapi juga mempertemukannya dengan lingkungan yang ramah dan mendukung.

“UIKA itu bukan cuma tempat belajar. Teman-teman di sini juga ramah dan banyak memberikan masukan positif,” ujarnya.

Selain menjalani aktivitas akademik, Aminata turut memperkenalkan budaya Burkina Faso kepada lingkungan kampus.

Dalam salah satu kegiatan kampus, ia bersama teman-temannya tampil memperkenalkan bahasa tradisional dari negara asalnya. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi Aminata untuk memperkenalkan keberagaman budaya Burkina Faso kepada mahasiswa dan sivitas akademika UIKA.

“Negara kami punya banyak bahasa dan budaya tradisional. Jadi lewat penampilan tadi, kami ingin mengenalkan identitas dan keberagaman budaya di Burkina Faso,” jelasnya.

Bagi Aminata, pengalaman belajar di Indonesia juga menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Jauh dari keluarga dan negara asal tidak membuatnya berhenti mengejar pendidikan.

Kini, di penghujung masa studinya, Aminata berharap pengalamannya dapat menjadi dorongan bagi anak-anak muda di Burkina Faso yang memiliki keinginan melanjutkan pendidikan di Indonesia.

Ia mengajak calon mahasiswa dari negaranya untuk tidak ragu memilih Indonesia sebagai tempat menuntut ilmu, termasuk UIKA Bogor.

“Datang saja ke sini buat kuliah bareng kita. Kampusnya bagus dan teman-teman di sini juga ramah-ramah banget. Setiap hari suka kasih masukan yang positif. Itu berharga banget buat hidup aku,” tuturnya.

Perjalanan Aminata menunjukkan bahwa keterbatasan bahasa bukan alasan untuk berhenti mengejar pendidikan. Dengan kemauan belajar dan kemampuan beradaptasi, mahasiswi asal Burkina Faso itu mampu melewati tantangan hingga mencapai tahap akhir studinya di UIKA Bogor.

Komentar