RASIOO.id – Bupati Bogor Rudy Susmanto mengakui pemberian insentif bagi guru ngaji di Kabupaten Bogor belum maksimal dan belum mampu memenuhi kebutuhan mereka. Pemerintah Kabupaten Bogor berencana mengevaluasi program tersebut agar bantuan yang diberikan dapat lebih optimal.
Pernyataan itu disampaikan Rudy saat memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Bogor, Kamis, 22 Oktober 2026.
Rudy menjelaskan, pemberian insentif merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap para guru ngaji yang selama ini berperan dalam pendidikan keagamaan dan pembinaan masyarakat.
Meski demikian, ia menyadari nilai bantuan sebesar Rp1 juta per tahun masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan para penerimanya.
“Jadi tentunya kalau bicara nilai angka, jauh dari cukup. Tetapi kita melihat sebuah semangat yang cukup besar, sebuah keikhlasan perjuangan dari para kiai, para ulama kita di Kabupaten Bogor,” kata Rudy.
Ia menilai para ulama dan guru ngaji tetap menjalankan pengabdian di tengah masyarakat, terlepas dari ada atau tidaknya bantuan pemerintah. Menurutnya, peran mereka juga penting dalam mendukung pembangunan daerah.
“Dibantu ataupun tidak dibantu oleh pemerintah, para ulama kita berdiri di tengah-tengah masyarakat, berdiri bersama Pemerintah Kabupaten Bogor membangun Bogor bersama-sama,” lanjutnya.
Rudy menegaskan, pemerintah daerah akan mengevaluasi pelaksanaan program insentif tersebut agar bantuan yang diberikan lebih sesuai dengan kebutuhan guru ngaji.
“Salah satunya adalah kita berupaya mengoptimalkan, memperhatikan para guru-guru ngaji kita yang ada di Kabupaten Bogor. Belum cukup, belum bisa memenuhi sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Ia menyebut evaluasi menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperbaiki program sekaligus memastikan perhatian terhadap para guru ngaji terus berjalan.
Rudy juga mengakui pemerintah daerah membutuhkan dukungan dan pendampingan para kiai serta ulama dalam menjalankan pemerintahan dan melayani masyarakat.
“Upaya pemerintah yang mengevaluasi bersama-sama, terus menyempurnakan bersama-sama, dan kami banyak belajar, kami menjalankan roda pemerintahan menjadi pelayan masyarakat Kabupaten Bogor tentunya tidak akan bisa berdiri sampai hari ini tanpa didampingi oleh para kiai, para ulama yang ada di Kabupaten Bogor,” tutupnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa Pemkab Bogor masih perlu menyempurnakan program insentif guru ngaji, terutama agar nilai bantuan yang diberikan dapat lebih mendukung kebutuhan para penerima.














Komentar