RASIOO.id – Proses relokasi pedagang ke dalam gedung baru Pasar Anyar, Kota Tangerang, terus berjalan kondusif.
Perumda Pasar Kota Tangerang mengimbau seluruh pedagang segera menempati los dan ruko yang telah disediakan secara gratis tanpa dipungut biaya selama masa transisi.
Direktur Utama Perumda Pasar Kota Tangerang, Dedi Ochen, mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi secara intensif kepada para pedagang, mulai pagi, siang hingga malam hari. Selain itu, setiap pedagang juga telah mendapatkan nomor los sesuai dengan lokasi yang disiapkan.
“Selama ini pedagang sangat kondusif. Kita sudah beberapa kali melakukan sosialisasi pagi, siang, sampai malam, serta memberikan nomor los kepada masing-masing pedagang,” ujar Dedi saat diwawancarai di Pasar Anyar, Kota Tangerang.
Menurutnya, gedung baru Pasar Anyar memiliki fasilitas yang lebih representatif sehingga diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung. Terlebih, kondisi bangunan yang bersih dan dilengkapi kipas angin dinilai dapat menunjang aktivitas perdagangan, terutama saat memasuki musim penghujan.
“Tempatnya bagus sekali, bersih, nyaman, ada kipas angin juga, jadi adem. Apalagi sebentar lagi musim hujan, kalau di luar kan basah, di sini pengunjung dan pedagang bisa merasa aman dan nyaman,” katanya.
Di sisi lain, Dedi menjelaskan, operasional gedung Pasar Anyar saat ini masih ditopang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang. Hal tersebut lantaran proses serah terima aset pascarevitalisasi dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih menunggu persetujuan akhir.
“Prosesnya sekarang sudah menunggu persetujuan dari Direktorat Jenderal Kementerian Keuangan. Mudah-mudahan bulan ini bisa selesai, sehingga Pemkot Tangerang bisa langsung menugaskan Perumda Pasar untuk melaksanakan pengelolaan secara penuh,” jelasnya.
Ia mengakui, belum tuntasnya proses serah terima aset berdampak terhadap beban APBD. Pasalnya, biaya operasional dan pemeliharaan pasar, mulai dari kebersihan, keamanan hingga listrik, masih ditanggung pemerintah daerah. Sementara itu, Perumda Pasar belum dapat memberlakukan retribusi maupun sewa komersial.
Selama masa transisi, seluruh fasilitas di dalam gedung pasar masih dapat dimanfaatkan pedagang secara gratis hingga proses serah terima aset dilakukan secara resmi.
“Justru ini menjadi beban karena sementara masih ditanggung APBD. Kami berharap serah terima ini bisa secepatnya disetujui agar Perumda Pasar bisa beroperasional penuh dan mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mendongkrak dividen,” ungkapnya.
Dari sisi kapasitas, Pasar Anyar mampu menampung hingga 1.670 pedagang. Hingga saat ini, sekitar 1.200 pedagang telah terdata menempati lapak yang tersedia. Meski demikian, sejumlah los dan ruko masih belum terisi, terutama di beberapa bagian lantai dua gedung.
Terkait penerapan tarif sewa setelah proses penyerahan aset rampung, Dedi menyebut Perumda Pasar telah menyelesaikan kajian bersama Kantor Akuntan Publik (KAP). Pihaknya juga telah melakukan studi banding dengan sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di wilayah Tangerang dan Jakarta.
“Kajian sudah selesai, termasuk studi tiru dengan BUMD lain di Tangerang dan Jakarta. Nanti kita akan terapkan Jasa Pengelolaan Pasar (JPP) maupun nilai sewa yang ideal, dan itu sudah kita sampaikan juga kepada para pedagang,” pungkasnya.













Komentar