RASIOO.id – Ananda Trianh Salichan hadir dalam kegiatan memperingati Hari Osteoporosis Nasional (HON) 2023 yang dilaksanakan Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (PERWATUSI) Provinsi Banten di WTC Matahari, Serpong Kota Tangerang Selatan, Minggu pagi 22 Oktober 2023.
Ananda yang juga sebagai Dewan Penasehat Perwatusi Kota Tangerang Selatan hadir dan menyampaikan sambutan di hadapan 1500 peserta mayoritas ibu-ibu, dirinya membagikan kiat menjaga tulang tetap sehat dan tidak cepat keropos meskipun usia menua.
“Masyarakat Tangsel haru selalu menjaga pola hidup sehat dengan rutin melakukan olahraga dan mengkonsumsi makanan sehat untuk menyongsong hari tua nanti,” kata Anada.
Baca Juga : Peringati HON 2023, PERWATUSI Banten Gelar Lomba Senam Osteoporosis
Selanjutnya, Ananda berpesan agar kegiatan olahraga senam ini menjadi kebiasaan perilaku hidup masyarakat. Menurut dia, olahraga harus dilakukan secara rutin.
mengingat pentingnya olahraga di tengah cuaca yang tidak menentu.
“Saya berharap kegiatan positif seperti senam ini dapat dirutinkan mengingat pentingnya olahraga untuk menjaga kesehatan di tengah cuaca yang tidak menentu,” harap pria yang digemari kaum ibu-ibu.
Di sela-sela berlangsungnya acara Ananda yang juga merupakan Ketua HIPMI Provinsi Banten menyempatkan waktu untuk menikmati jajanan yang tersaji sebagai bentuk dukungannya terhadap pelaku UMKM.
Baca Juga : 11 Manfaat Daun Kelor Untuk Kesehatan, Salah Satunya Biar Otak Jadi Pintar
Apa itu Osteoporosis?
Dilansir dari sejumlah sumber, Osteoporosis berasal dari kata osteo dan porous, osteo artinya tulang, dan porous berarti berlubang-lubang atau keropos. Jadi, osteoporosis adalah tulang yang keropos, yaitu penyakit yang mempunyai sifat khas berupa penurunan massa tulang disertai penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat menimbulkan kerapuhan tulang (Tandra, 2009).
Menurut WHO pada International Consensus Development Conference, di Roma, Italia, 1992 Osteoporosis adalah penyakit dengan sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai perubahan mikroarsitektur tulang, dan penurunan kualitas jaringan tulang, yang pada akhirnya menimbulkan akibat meningkatnya kerapuhan tulang dengan resiko terjadinya patah tulang (Suryati, 2006).
Penyakit osteoporosis sering disebut sebagai silent disease karena proses kepadatan tulang berkurang secara perlahan (terutama pada penderita osteoporosis senilis) dan berlangsung secara progresif selama bertahun-tahun tanpa kita sadari dan tanpa disertai adanya gejala.
Simak rasioo.id di Google News












Komentar