Warga Tionghoa di Gunung Sindur Bogor Sambut Imlek dengan Berbagi Ratusan Sembako

RASIOO.id – Menyambut Tahun Baru Imlek 2025, warga Tionghoa yang tergabung dalam Litang Hok Tek Bio Makin Pabuaran, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, menggelar kegiatan berbagi kepada sesama umat pada Kamis, 23 Januari 2025.

Sebanyak 250 paket sembako dibagikan kepada warga kurang mampu, janda, duda, serta anak yatim dan yatim piatu.

Pembina Litang Hok Tek Bio, Hariyanto Rohani, menyatakan bahwa perayaan Imlek tahun ini dirayakan dengan penuh sukacita dan semangat berbagi.

“Kami ingin membantu mereka yang kurang mampu, agar dapat merayakan Imlek dengan kebahagiaan. Selain berbagi sembako, kegiatan kami juga meliputi bersih-bersih rumah ibadah dan sembahyang persaudaraan,” jelasnya.

Hariyanto juga mengungkapkan sejarah panjang keberadaan komunitas Tionghoa di Desa Pabuaran, Kecamatan Gunung Sindur.

Warga Tionghoa mulai bermukim di Kampung Cikoleang sejak tahun 1970, meski sempat menghadapi masa-masa sulit akibat kebijakan pemerintah saat itu.

“Pada masa Orde Baru, melalui Instruksi Presiden Nomor 67, adat istiadat Tionghoa dan agama Konghucu sempat dilarang. Kami hanya bisa beribadah dari rumah ke rumah,” kenangnya.

Pada tahun 1979, komunitas Konghucu di daerah tersebut mulai berkembang, hingga dibangun tempat ibadah di rumah Lim Akoi.

Sekitar tahun 1990-an, tempat peribadatan ini dipindahkan ke lokasi yang kini menjadi Litang Hok Tek Bio di Kampung Cikoleang.

“Seiring perkembangan zaman, kami dapat kembali melaksanakan tradisi Imlek dan kegiatan sosial keagamaan di tempat ini. Kami berharap umat Konghucu dan bangsa ini semakin maju dan sejahtera,” tambah Hariyanto.

Selain kegiatan sosial, Hariyanto menekankan pentingnya semangat persatuan dan gotong royong untuk memperkuat keharmonisan masyarakat.

“Kami terus berupaya mendukung sesama umat dan masyarakat sekitar melalui kegiatan sosial. Semoga perayaan Imlek ini membawa kebahagiaan dan kedamaian untuk semua,” tutupnya.

Perayaan Imlek di Litang Hok Tek Bio tidak hanya menjadi momen keagamaan, tetapi juga ajang mempererat hubungan sosial antarwarga dan menjaga tradisi leluhur di tengah kemajuan zaman.

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar