RASIOO.id – Suasana khidmat sekaligus meriah terasa di Vihara Dhanagun, Kota Bogor, Selasa 3 Maret 2026, saat umat Buddha melaksanakan tradisi sakral Joli-Joli menjelang perayaan Cap Go Meh (CGM). Ritual ini menjadi penanda dimulainya rangkaian perayaan, sekaligus simbol “membangkitkan” dewa-dewi sebelum parade malam hari digelar.
Sejak pukul 14.00 hingga 17.00 WIB, pengunjung tampak berdesakan menyaksikan prosesi penggotongan joli yang berkeliling di dalam area vihara. Tandu suci tersebut diusung bergantian oleh umat dengan penuh penghormatan dan semangat kebersamaan.
Linda, salah satu umat Buddha di Vihara Dhanagun, menjelaskan makna di balik ritual tersebut.
“Joli itu seperti membangkit Mak Co (Emak Pe Kong) di Joli,” ujarnya.
Mak Co sendiri merupakan sebutan populer bagi Dewi Mazu maupun dewa-dewi yang dipuja di vihara. Prosesi ini dipercaya sebagai bentuk penghormatan sekaligus memohon berkah sebelum perayaan Cap Go Meh dimulai.
Protokoler CGM, Harsha, turut memberikan penjelasan mengenai tradisi tahunan tersebut.
“Ini lagi persiapan untuk Joli-joli. Jadi memang tradisi sebelum mulai CGM itu ada Joli-joli dari Vihara Dhanagun yang harus berkeliling di dalam,” ucapnya kepada rasioo.id.
Ia menambahkan, parade besar seperti liong dan barongsai dijadwalkan keluar dari vihara sekitar pukul 20.30 WIB atau setelah salat Tarawih.
“Jadi kemungkinan jam 08.30 malam untuk parade kayak liong, barongsai itu bakal keluar dari Dhanagun,” tuturnya.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, konsep perayaan kali ini dibuat lebih sederhana. Jika sebelumnya panitia mengundang banyak peserta dari berbagai daerah di Jabodetabek, tahun ini joli-joli hanya melibatkan vihara-vihara di Kota Bogor.
“Karena tahun ini kita bikin konsep acara lebih sederhana, jadi Joli-joli itu hanya dari vihara-vihara yang di Kota Bogor saja,” jelas Harsha.
Meski lebih sederhana, semangat umat tidak berkurang. Linda bahkan sempat ikut memikul tandu joli bersama umat lainnya. Ia pun menyampaikan harapan agar ke depan prosesi bisa kembali digelar lebih luas.
“Enak di luar daripada di dalam, di dalam mah sempit,” ujarnya sambil tersenyum.
Tradisi Joli-Joli di Vihara Dhanagun bukan sekadar seremoni, melainkan wujud pelestarian budaya dan spiritualitas yang telah mengakar kuat. Di tengah konsep yang lebih sederhana tahun ini, semangat kebersamaan dan kekhidmatan tetap menjadi ruh utama perayaan Cap Go Meh di Kota Bogor. (Hana)















Komentar