RASIOO.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana menambah enam Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri baru di Kabupaten Bogor. Langkah ini diambil untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan masyarakat, khususnya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) agar dapat melanjutkan ke jenjang SMA.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, penambahan sekolah negeri tersebut ditargetkan rampung pada tahun depan. Ia berharap, melalui penambahan fasilitas pendidikan ini, angka kelulusan hingga tingkat SMA di Kabupaten Bogor dapat meningkat hingga mendekati 70 persen.
“Ada, saya sudah meminta Bupati untuk mendata anak-anak lulusan sekolah. Tahun ini kita tambah enam sekolah di Kabupaten Bogor. Nantinya akan saya data dan tambah terus SMA di Bogor agar minimal mendekati angka 70 persen dari lulusan SMP,” ujar Dedi, Rabu, 23 Juli 2025.
Selain menambah jumlah sekolah, Dedi juga menginstruksikan penambahan kapasitas rombongan belajar (rombel) di sekolah negeri. Jumlah peserta didik per rombel akan ditingkatkan dari sebelumnya 30 siswa menjadi 50 siswa per kelas.
Kebijakan ini, menurut Dedi, diambil sebagai respons atas banyaknya siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri serta keterbatasan finansial masyarakat untuk menyekolahkan anak ke sekolah swasta.
Namun, Dedi menyadari bahwa kebijakan tersebut berdampak pada penurunan jumlah siswa di sekolah swasta. Ia menegaskan bahwa penurunan tersebut bukan semata akibat kebijakan pemerintah, melainkan juga dipengaruhi oleh kualitas sekolah swasta itu sendiri.
“Misalnya, dulu siswa 30 jadi 20. Saya punya data tren 10 tahun terakhir, jumlah siswa di sekolah swasta menurun. Itu artinya kualitas sekolahnya kurang diminati. Tetapi sekolah favorit hari ini masih diminati dan penuh,” jelas Dedi.
Dedi menambahkan, sekolah swasta yang memiliki kualitas dan kualifikasi baik tidak akan mengalami penurunan peminat. Ia bahkan menyarankan agar masyarakat melihat sekolah-sekolah swasta favorit yang tetap ramai oleh pendaftar.
“Solusinya, sekolah swasta yang memiliki kualifikasi bagus akan tetap diminati. Coba dicek sekolah favorit, pasti banyak peminatnya,” pungkasnya.
Simak rasioo.id di Google News














Komentar