RASIOO.id – Insiden yang terjadi di area pertambangan PT Aneka Tambang (Antam) pada Rabu, 14 Januari 2025, kembali menjadi sorotan setelah muncul fakta terbaru yang menyebutkan adanya korban jiwa, bertolak belakang dengan informasi awal yang disampaikan ke publik.
Sebelumnya, beredar rekaman video dan pesan berantai yang menginformasikan adanya sejumlah penambang terdampak akibat dugaan kebocoran gas di lokasi tambang. Menyusul viralnya informasi tersebut, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor yang dipimpin langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto melakukan peninjauan ke lokasi kejadian.
Berdasarkan hasil peninjauan saat itu, Forkopimda, mengacu pada keterangan dari pihak PT Antam, memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam insiden tersebut. Asap tebal yang terlihat dalam video disebut berasal dari kayu stapling atau kayu penyangga yang terbakar di area tambang, dan bukan disebabkan oleh kebocoran gas.
Namun, fakta terbaru yang disampaikan Kepala Desa Bangun Jaya, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Abdul Halim, justru mengungkapkan adanya korban meninggal dunia dari peristiwa tersebut.
“Ya, ada warga saya di Kampung Cimapag Hilir, enam orang,” ujar Abdul Halim saat dikonfirmasi pada Minggu, 18 Januari 2026.
Menurut Abdul Halim, berdasarkan keterangan para korban selamat, peristiwa bermula ketika para penambang sedang berada di dalam lubang tambang. Secara tiba-tiba, asap tebal muncul dari dalam lubang, menyebabkan kepanikan dan membuat para pekerja mengalami sesak napas.
“Yang jelas warga lagi di dalam lubang, kemungkinan di dalam lubang tiba-tiba ada asap, sesuai keterangan yang selamat,” jelasnya.
Enam korban meninggal dunia diketahui bernama Firman, Beni Candra, Adun, Sony, Asri, dan Mubarok. Selain itu, terdapat tiga orang lainnya yang berhasil selamat meskipun sempat pingsan dan berada dalam kondisi kritis sebelum akhirnya dapat dievakuasi.
“Total enam orang meninggal. Yang selamat ada tiga orang, sempat pingsan tapi bisa diselamatkan,” tambah Abdul Halim.
Ia juga menyampaikan bahwa seluruh korban meninggal dunia telah dimakamkan. Tiga korban dimakamkan pada Kamis malam, sementara tiga korban lainnya dimakamkan pada Jumat pagi.
Terungkapnya fakta ini menimbulkan tanda tanya besar terkait keakuratan informasi awal yang disampaikan kepada publik, termasuk hasil peninjauan Forkopimda di lokasi kejadian. Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Aneka Tambang (Antam) belum memberikan pernyataan lanjutan terkait perbedaan data korban dalam insiden tersebut.














Komentar