RASIOO.id – Suasana religi dan semangat kompetisi mewarnai gelaran Ramadan Festival Al-’Azhom 2026 yang digelar Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-’Azhom, Kota Tangerang. Sebanyak 52 da’i cilik tingkat sekolah dasar se-Tangerang Raya unjuk kemampuan dalam ajang lomba pidato Islami yang berlangsung 22–24 Februari 2026.
Perlombaan ini bukan sekadar adu keberanian tampil di atas panggung. Lebih dari itu, panitia ingin menggali potensi public speaking Islami sejak usia dini.
Koordinator Panitia Lomba Da’i Cilik, Pria Mulya Lugina, mengatakan kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk menunjukkan bakat dakwah mereka di bulan suci Ramadan.
“Digelar dari tanggal 22 sampai 24 Februari 2026. Tujuannya untuk melihat potensi-potensi public speaking Islami dari anak-anak SD se-Tangerang Raya,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Dari total 52 peserta, panitia hanya menetapkan tiga pemenang utama, yakni Juara 1, 2, dan 3. Hadiah yang disiapkan pun mencapai jutaan rupiah. Juara 1 berhak membawa pulang Rp1.500.000, Juara 2 Rp1.000.000, dan Juara 3 Rp750.000.
Tak hanya itu, pemenang pertama akan mendapatkan kesempatan istimewa tampil dalam malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun ke-33 Kota Tangerang—sebuah panggung bergengsi yang tentu menjadi impian para peserta cilik.
Salah satu peserta, Muhammad Mikail Zein, siswa kelas IV perwakilan SDI Al Fatah Kecamatan Periuk, mengaku sempat diliputi rasa gugup saat pertama kali mengikuti lomba.
“Pertama kali ikut lomba tuh awalnya takut banget, tapi ternyata biasa aja. Ini baru pertama kali, jadi grogi juga,” ungkapnya polos.
Meski demikian, Mikail mengaku telah mempersiapkan diri sejak dua minggu sebelum perlombaan. Ia tekun menghafal materi tentang keutamaan bulan Ramadan dan berlatih agar tampil maksimal di hadapan dewan juri.
“Sudah dari dua minggu persiapannya. Semoga sih bisa juara satu,” tutupnya penuh harap.
Ajang ini menjadi bukti bahwa semangat dakwah dan keberanian berbicara di depan umum sudah tumbuh sejak usia dini. Ramadan Festival Al-’Azhom 2026 bukan hanya panggung perlombaan, tetapi juga ruang pembinaan generasi Qurani yang percaya diri dan berakhlak mulia.















Komentar