RASIOO.id — Malam ke-9 bulan suci Ramadan menjadi salah satu momen istimewa yang dinanti umat Muslim. Dalam sejumlah literatur keislaman, malam ini disebut memiliki keutamaan luar biasa bagi mereka yang menunaikan sholat tarawih dengan penuh keikhlasan dan kekhusyukan.
Dalam kitab Durratun Nasihin karya Syekh Usman bin Hasan bin Ahmad asy-Syakir al-Khaubawi, disebutkan bahwa orang yang melaksanakan sholat tarawih pada malam ke-9 akan memperoleh pahala yang setara dengan ibadahnya para nabi utusan Allah SWT.
Keutamaan ini menjadi motivasi spiritual tersendiri bagi umat Islam untuk semakin bersungguh-sungguh menghidupkan malam Ramadan.
Ganjaran yang diibaratkan seperti ibadah para nabi tentu bukan perkara kecil. Ia menjadi simbol kemuliaan dan derajat tinggi di sisi Allah SWT bagi hamba yang istiqamah dalam beribadah.
Tak hanya soal pahala, tarawih malam ke-9 juga dimaknai sebagai momentum memperkuat kedekatan dengan Sang Pencipta.
Dengan meneladani kekhusyukan dan ketundukan para nabi dalam beribadah, umat Muslim diajak untuk meningkatkan kualitas ketakwaan, memperbaiki niat, serta memperdalam makna penghambaan diri.
Meski demikian, para ulama mengingatkan bahwa keterangan fadhilah per malam seperti ini bersumber dari kitab klasik yang banyak dijadikan rujukan dalam majelis taklim, khususnya di Indonesia.
Nilai utamanya terletak pada dorongan untuk memaksimalkan ibadah selama Ramadan, bulan yang penuh rahmat dan ampunan.
Dengan semangat tersebut, malam ke-9 bukan sekadar rutinitas tarawih biasa. Ia adalah peluang emas untuk meraih pahala besar dan mempertebal iman.
Di tengah kesibukan dan aktivitas harian, meluangkan waktu untuk berdiri dalam shaf tarawih bisa menjadi investasi akhirat yang tak ternilai.
Ramadan masih berjalan. Malam ke-9 adalah pengingat bahwa setiap malam memiliki keistimewaan. Tinggal bagaimana umat Muslim memanfaatkannya dengan hati yang tulus dan penuh harap kepada Allah SWT.













Komentar