Ngopi Bareng Wartawan di Ramadan, Wahidin Halim Kupas Kesehatan, Jalan Rusak hingga Solusi Sampah Kota

RASIOO.id – Suasana hangat diskusi Ramadan terasa di Sekretariat Kelompok Kerja Wartawan Harian Tangerang Raya (Pokja WHTR) saat Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Banten III, Wahidin Halim, hadir dalam kegiatan Bincang Ramadan bersama para jurnalis, Kamis 5 Maret 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Perintis Kemerdekaan No.38A, Babakan, Kota Tangerang itu berlangsung santai namun penuh gagasan. Tokoh yang akrab disapa Pak WH tersebut berbagi pandangan mengenai sejumlah isu strategis pembangunan daerah, mulai dari pelayanan kesehatan, kondisi infrastruktur jalan, hingga persoalan pengelolaan sampah perkotaan.

Dalam diskusi tersebut, Wahidin Halim menyoroti program layanan kesehatan yang menurutnya perlu dikelola secara lebih efisien. Ia kembali mengingat konsep kartu layanan kesehatan multiguna yang pernah digagasnya saat menjabat sebagai Wali Kota Tangerang.

Menurutnya, konsep tersebut dinilai lebih hemat dibandingkan sistem asuransi kesehatan seperti BPJS Kesehatan, karena anggaran hanya digunakan ketika masyarakat benar-benar membutuhkan pelayanan medis.

“Secara anggaran sebenarnya bisa lebih hemat. Kalau asuransi dipakai atau tidak dipakai tetap harus bayar. Sementara kalau program multiguna itu hanya digunakan ketika seseorang sakit. Logikanya, tidak ada orang yang ingin sakit,” ujarnya.

Selain kesehatan, WH juga menyoroti persoalan infrastruktur jalan di wilayah perkotaan. Ia menilai perbaikan jalan yang rusak sebenarnya dapat dihitung secara teknis dengan cukup jelas, mulai dari panjang ruas jalan yang mengalami kerusakan hingga estimasi biaya per meter perbaikan.

“Kalau sudah diketahui berapa panjang jalan yang rusak dan berapa biaya per meternya, tinggal pemerintah menganggarkannya saja secara bertahap,” katanya.

Isu lain yang turut menjadi perhatian dalam diskusi tersebut adalah pengelolaan sampah perkotaan. Menurut WH, kunci utama penanganan sampah harus dimulai dari kesadaran masyarakat untuk melakukan pemilahan sejak dari sumbernya, baik dari rumah tangga, tempat usaha maupun pasar.

Ia menjelaskan, di tingkat tempat pembuangan akhir, pengolahan sampah dapat dilakukan dengan berbagai metode seperti sanitary landfill hingga teknologi modern seperti incinerator yang telah diterapkan di sejumlah negara maju, termasuk Singapura.

“Memang biaya pengolahannya besar, tapi bisa dilakukan. Yang paling penting adalah pemilahan sampah dimulai dari bawah, dari rumah tangga,” jelasnya.

Ketua Pokja WHTR, Mus Mulyadi, mengapresiasi kehadiran Wahidin Halim dalam kegiatan Bincang Ramadan tersebut. Menurutnya, diskusi bersama mantan kepala daerah itu memberikan perspektif serta pengalaman yang berharga bagi para wartawan yang hadir.

“Kami mengapresiasi kehadiran Pak WH yang telah meluangkan waktu untuk berdiskusi bersama teman-teman wartawan. Banyak pengalaman dan pandangan yang bisa menjadi bahan refleksi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Hendra Wibisana menyampaikan bahwa kegiatan Bincang Ramadan akan terus dilanjutkan dengan menghadirkan berbagai narasumber dari latar belakang yang beragam.

Menurutnya, forum ini menjadi ruang dialog yang produktif antara tokoh publik dan insan pers untuk membahas berbagai isu pembangunan daerah secara terbuka.

“Kami siap melanjutkan kegiatan Bincang Ramadan berikutnya dengan menghadirkan narasumber lain agar diskusi tetap hidup dan memberikan perspektif yang beragam,” pungkasnya

Komentar