Tel Aviv Membara! Hujan Rudal Iran Hantam Israel, Korban Jiwa Berjatuhan dan Kota Dilanda Kepanikan

RASIOO.id – Situasi di wilayah Israel tengah memanas setelah gelombang serangan rudal balistik yang diluncurkan Iran kembali menghantam kawasan sekitar Tel Aviv pada Senin  9 Maret 2026.

Serangan yang telah berlangsung selama sekitar sepuluh hari terakhir ini menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta membuat ribuan warga berlarian mencari perlindungan.

Laporan dari lapangan menyebutkan, satu orang pekerja konstruksi tewas setelah serangan rudal menghantam wilayah Yehud, yang berada di timur Tel Aviv.

Selain itu, sedikitnya dua orang lainnya dilaporkan mengalami luka parah akibat ledakan yang terjadi pada Senin pagi.

Serangan sebelumnya pada Minggu malam juga menyebabkan kerusakan serius di pusat kota. Sebuah stasiun pengisian bahan bakar di Tel Aviv dilaporkan terkena hantaman rudal dan memicu kebakaran besar. Api sempat membesar sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas darurat.

Selain SPBU, sejumlah bangunan hunian dan fasilitas komersial di pusat kota turut mengalami kerusakan akibat dampak langsung maupun serpihan rudal yang jatuh di sekitar area tersebut.

Beberapa wilayah bahkan sempat mengalami pemadaman listrik setelah rudal dilaporkan mengenai fasilitas pembangkit energi.

Militer Israel, Israel Defense Forces, juga mengungkapkan bahwa serangan terbaru menggunakan amunisi klaster. Meski sebagian besar rudal berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara, sub-amunisi yang menyebar tetap jatuh di berbagai titik.

Setidaknya enam lokasi berbeda di wilayah Israel tengah dilaporkan terkena dampak dari pecahan amunisi tersebut.

Situasi keamanan di kota pun menjadi sangat tegang. Sirene peringatan udara terus berbunyi di Tel Aviv dan sejumlah kota lain seperti Netanya, membuat ribuan warga bergegas menuju ruang perlindungan dan bunker bawah tanah.

Di sisi lain, serangan ini diklaim oleh Islamic Revolutionary Guard Corps sebagai bagian dari operasi militer bertajuk “True Promise 4”. Iran menyebut serangan tersebut sebagai gelombang ke-29 dan ke-30 dari rangkaian operasi balasan terhadap Israel.

Ketegangan juga berdampak pada sektor transportasi udara. Ancaman roket dan drone yang masih berlanjut membuat kondisi keamanan di sekitar Ben Gurion Airport berada dalam status siaga tinggi, dengan potensi gangguan operasional penerbangan.

Hingga saat ini, situasi di wilayah Israel tengah masih belum sepenuhnya kondusif. Otoritas keamanan terus meningkatkan kewaspadaan, sementara warga diminta tetap berada dekat dengan tempat perlindungan apabila sirene peringatan kembali berbunyi.

Komentar