RASIOO.id – Menjelang perayaan hari besar keagamaan pada Maret 2026, Kapolresta Bogor Kota mengimbau masyarakat untuk menjaga toleransi dan saling menghormati antar umat beragama. Hal ini menyusul potensi waktu perayaan Hari Raya Idul Fitri yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi.
Kapolresta Bogor Kota, Rio Wahyu Anggoro, menyampaikan bahwa masyarakat perlu meningkatkan sikap saling menghargai agar perayaan dua hari besar tersebut dapat berjalan dengan aman, tertib, dan penuh kedamaian.
Menurutnya, berdasarkan perkiraan sementara, apabila pemerintah menetapkan Idul Fitri jatuh pada 20 Maret 2026, maka sehari sebelumnya yakni 19 Maret 2026 umat Hindu akan melaksanakan Hari Raya Nyepi.
“Kami meminta seluruh masyarakat untuk tetap menjaga toleransi. Mari kita bersama-sama menghormati umat Hindu yang sedang menjalankan ibadah Nyepi,” ujar Rio.
Ia menegaskan bahwa momen ini menjadi kesempatan bagi masyarakat Kota Bogor untuk menunjukkan nilai kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama yang selama ini telah terjaga dengan baik.
Selain itu, pihak kepolisian juga menyoroti potensi kegiatan masyarakat pada malam takbiran menjelang Idul Fitri. Polresta Bogor Kota memastikan pengamanan akan dilakukan dengan pendekatan yang humanis.
“Untuk pengamanan malam takbiran, kami akan melakukan diskresi dan penertiban dengan cara persuasif agar kegiatan masyarakat tidak mengganggu umat lain yang sedang beribadah,” jelasnya.
Kapolresta berharap seluruh elemen masyarakat dapat bekerja sama menjaga suasana kondusif sehingga perayaan Idul Fitri maupun Nyepi dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghormati.
Dengan semangat toleransi tersebut, Kota Bogor diharapkan tetap menjadi contoh daerah yang mampu merawat kerukunan dan persaudaraan di tengah keberagaman












Komentar