RASIOO.id – Bencana banjir yang melanda Desa Ciomas, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, kini telah berhasil tertangani.
Penanganan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi oleh Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Pemerintah Kecamatan Tenjo, sesuai arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto.
Berdasarkan hasil pengecekan langsung di lokasi terdampak pada Minggu, 19 April 2026, sebagian besar warga yang sebelumnya terdampak banjir telah kembali ke rumah masing-masing.
Dari total warga terdampak, kini hanya tersisa tiga orang lanjut usia yang masih berada di pengungsian dan terus mendapatkan pendampingan guna memastikan kondisi kesehatan serta keselamatan mereka tetap terjaga.
Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Cimatuk dan Sungai Cicarehen yang merendam sejumlah wilayah permukiman, di antaranya Kampung Banar, Kampung Kompa, Kampung Bojong Sengkol, Kampung Lebak Kanibah, serta Kampung Bojong Garut. Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 43 kepala keluarga terdampak dalam peristiwa tersebut.
Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan pendataan dan inventarisasi dampak banjir. Hasil sementara mencatat sebanyak 42 unit rumah terdampak, dengan rincian 39 rumah mengalami kerusakan ringan dan empat rumah mengalami kerusakan berat.
Selain rumah warga, banjir juga berdampak pada infrastruktur desa. Tercatat tiga jembatan desa mengalami kerusakan, dengan dua di antaranya rusak ringan dan satu rusak berat. Sementara itu, satu unit pos kamling dilaporkan hilang terbawa derasnya arus banjir.
Berbagai langkah penanganan telah dilakukan secara cepat oleh petugas di lapangan. Upaya tersebut meliputi evakuasi warga, penyelamatan barang berharga, pelayanan kesehatan bagi warga terdampak, hingga kerja bakti pembersihan lingkungan yang melibatkan masyarakat bersama perangkat desa dan Satpol PP.
Salah satu jembatan di Kampung Bojong Garut terpaksa ditutup sementara karena kerusakan pada struktur penahannya. Saat ini, jembatan tersebut hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua.
Bantuan sosial berupa sembako dan kebutuhan dasar lainnya juga telah mulai disalurkan oleh pemerintah desa dan kecamatan dengan dukungan masyarakat.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan warga terdampak, seperti sembako, selimut, perlengkapan mandi, pakaian harian, serta kebutuhan khusus seperti pampers bayi dan lansia.
Camat Tenjo, Yudhi Utomo, mengatakan kondisi di wilayah terdampak saat ini sudah berangsur normal dan masyarakat mulai kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Kami bersama seluruh unsur masih terus bersiaga di lapangan, khususnya mengantisipasi potensi luapan susulan dari Sungai Cimatuk dan Sungai Cicarehen, serta memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi,” ujarnya.
Seiring dengan surutnya debit air sungai, kondisi di lokasi terdampak kini semakin membaik. Warga mulai kembali beraktivitas, sementara pos siaga bencana dan dapur umum telah disiapkan, khususnya di wilayah Kampung Banar, guna mendukung kebutuhan warga yang masih memerlukan bantuan.
Hingga saat ini, petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Bogor, kecamatan, pemerintah desa, TKSK, IPSM, tenaga kesehatan, Satpol PP, serta relawan masih bersiaga di lokasi untuk memastikan situasi tetap terkendali sekaligus mengantisipasi potensi luapan lanjutan.
Pemerintah Kabupaten Bogor juga terus memantau perkembangan di lapangan serta mempercepat pemulihan infrastruktur dan kebutuhan masyarakat agar kondisi di wilayah terdampak dapat segera kembali normal.













Komentar