RASIOO.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor mendorong penguatan strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengawasan wajib pajak dan optimalisasi sektor pendapatan daerah pada 2026.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Achmad Rifki Alaydrus, menegaskan bahwa pihaknya terus mendukung langkah Pemerintah Kota Bogor dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah, sehingga tidak terlalu bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.
“Fokus kita mendukung program pemerintah. Harapannya Kota Bogor bisa lebih mandiri secara finansial dan tidak terlalu bergantung pada dana pusat,” ujarnya.
Menurutnya, langkah utama yang saat ini dilakukan adalah memperkuat identifikasi serta intensifikasi wajib pajak (WP) di Kota Bogor, disertai peningkatan pengawasan terhadap kepatuhan pajak.
Ia menyebutkan bahwa dalam dua bulan awal tahun ini, kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menunjukkan tren positif dengan adanya peningkatan penerimaan.
“Trennya sudah mulai positif, dan kita optimis peningkatan pendapatan di 2026 bisa mencapai Rp2 triliun,” katanya.
DPRD juga menyoroti sejumlah sektor yang masih bisa dioptimalkan, seperti pajak hotel, restoran, hingga pajak hiburan yang dinilai masih belum sepenuhnya tertata.
Salah satu perhatian utama adalah masih adanya pelaku usaha yang diduga belum tepat dalam klasifikasi pajaknya, khususnya di sektor hiburan yang masih tercatat sebagai restoran sehingga hanya dikenakan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PB1).
“Ini yang perlu terus kita tingkatkan. Seharusnya pajak hiburan bisa mencapai 40 persen, tapi masih banyak yang belum sesuai klasifikasi,” jelasnya.
Selain itu, sektor Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) juga menjadi perhatian, terutama pada properti apartemen yang masih berstatus induk dan belum dipecah menjadi unit perorangan, sehingga berpengaruh pada optimalisasi pajak daerah.
DPRD menegaskan akan terus melakukan koordinasi dengan Bapenda sebagai leading sector untuk menggali potensi pendapatan daerah secara lebih maksimal.
“Ini bagian dari upaya bersama untuk mencari sumber-sumber pendapatan baru demi memperkuat keuangan daerah Kota Bogor,” tutupnya.














Komentar