RASIOO.id – Penolakan keras muncul dari warga Munjul, Kelurahan Kayumanis, Kota Bogor terhadap rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) oleh Pemerintah Kota Bogor.
Warga menilai proyek tersebut tidak lahir dari komunikasi yang terbuka. Bahkan, sebagian masyarakat mengaku baru mengetahui rencana pembangunan PSEL dari pemberitaan media, bukan dari sosialisasi resmi.
Tokoh pemuda Munjul, Aden, menyebut warga sempat mengira lokasi tersebut akan digunakan untuk pembangunan fasilitas lain.
“Warga di sini mengira akan dibangun Wisma Atlet, bukan PSEL. Tahu PSEL pun dari berita-berita yang muncul di media,” ujarnya, Senin 4 Mei 2026.
Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam. Warga merasa informasi yang disampaikan sebelumnya tidak sesuai dengan rencana yang kini muncul ke publik.
“Seolah-olah kami dikelabui. Tiba-tiba muncul rencana pengolahan sampah di wilayah kami,” tambahnya.
Selain soal transparansi, kekhawatiran utama warga adalah dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan lingkungan. Mereka menilai keberadaan PSEL berpotensi menimbulkan risiko serius bagi kualitas udara dan kehidupan masyarakat sekitar.
“Rencana ini bisa berdampak panjang terhadap kesehatan warga dan lingkungan,” tegas Aden.
Senada, warga lainnya, Adit, mempertanyakan urgensi proyek tersebut. Ia menilai kontribusi energi dari PSEL tidak sebanding dengan potensi dampak negatif yang harus ditanggung masyarakat.
“Kontribusi energinya kecil, tapi dampaknya langsung ke warga. Ini yang kami tolak,” katanya.
Ia juga melontarkan kritik tajam terhadap kinerja pemerintah daerah, menyinggung proyek infrastruktur yang dinilai belum tuntas.
“Bangun jalan Batutulis saja belum selesai, sekarang mau bangun pengolahan sampah. Harusnya fokus dulu,” cetusnya.
Penolakan ini bukan suara segelintir orang. Pemuda Munjul mengaku telah berkoordinasi dengan kelompok pemuda lain di wilayah Kayumanis, dan hasilnya seragam: menolak pembangunan PSEL di kawasan tersebut.
Hingga kini, gelombang penolakan terus menguat. Warga mendesak adanya keterbukaan informasi dan pelibatan masyarakat sebelum proyek besar seperti ini benar-benar dijalankan.









Komentar