RASIOO.id – Rencana pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) mandiri di Kota Tangerang mendapat apresiasi dari pengamat kebijakan publik, Adib Miftahul, dosen FISIP UNIS Tangerang.
Ia menilai langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mendorong percepatan proyek tersebut menjadi sinyal positif bagi daerah, terutama dalam pengelolaan sampah yang selama ini menjadi persoalan perkotaan.
“Ketika ada dorongan cepat dari pemerintah pusat, ini butuh akselerasi. Kota Tangerang bisa diuntungkan karena ada anggaran dan payung hukum yang jelas,” kata Adib, Jumat, 29 Mei 2026.
Menurutnya, keberadaan regulasi yang tegas membuat pemerintah daerah lebih mudah mengeksekusi program tanpa terhambat tumpang tindih aturan. Ia menilai hal ini dapat mempercepat realisasi proyek PSEL.
Adib juga menyebut PSN ini sebagai bagian dari program prioritas pemerintah pusat yang perlu didukung dengan koordinasi lintas sektor yang solid.
“Kalau akselerasinya jelas, ini optimis bisa jalan. Dana disiapkan, pusat juga mendorong, jadi ini berkah bagi daerah seperti Kota Tangerang,” ujarnya.
Meski demikian, ia menyoroti peran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang menurutnya kerap berada dalam posisi sulit akibat regulasi yang tumpang tindih. Kondisi ini dinilai membuat pelaksanaan kebijakan di daerah menjadi tidak maksimal.
Adib juga menekankan pentingnya edukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah dari rumah tangga. Ia mendorong pemerintah kota melibatkan perangkat wilayah seperti lurah untuk memperkuat sosialisasi pemilahan sampah.
“Yang paling penting itu literasi masyarakat soal pemilahan sampah dari rumah. Itu kunci utama,” jelasnya.
Di sisi lain, ia mengingatkan agar pengelolaan PSEL ke depan tidak kembali melibatkan pihak-pihak yang dinilai tidak memiliki kinerja baik di masa lalu. Ia menyinggung perlunya evaluasi ketat terhadap mitra kerja pemerintah.
Menurutnya, pengalaman kerja sama sebelumnya harus menjadi pelajaran agar proyek pengelolaan sampah tidak kembali mengalami hambatan.
“Yang penting ke depan seleksi mitra harus ketat, yang benar-benar punya kapasitas,” pungkasnya.














Komentar