JPO Paledang Dibongkar, Warga Terbelah Ada yang Senang Tak Lagi Naik Tangga, Ada yang Khawatir Keselamatan

RASIOO.id – Rencana pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang yang berada di depan Stasiun Bogor mulai 26 Juni 2026 memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian pengguna jalan menyambut baik kebijakan tersebut karena dinilai memudahkan akses penyeberangan, sementara sebagian lainnya khawatir keselamatan pejalan kaki justru akan berkurang.

Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memastikan pembongkaran JPO dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan sekitar Stasiun Bogor dan Paledang yang selama ini menjadi salah satu titik dengan mobilitas warga yang cukup tinggi.

Kepala Dishub Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto menjelaskan, langkah tersebut diambil berdasarkan hasil evaluasi teknis yang mempertimbangkan aspek keselamatan, kelancaran lalu lintas, hingga penataan lingkungan perkotaan.

“Tujuannya untuk penataan kawasan, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, optimalisasi lalu lintas, serta penataan lingkungan agar lebih tertata,” ujar Sujatmiko.

Proses pembongkaran JPO dijadwalkan berlangsung selama 30 hari kalender.

Bagi sebagian warga, keberadaan zebra cross yang akan menggantikan fungsi JPO dinilai lebih ramah bagi pejalan kaki, khususnya lansia dan masyarakat yang setiap hari harus menyeberang menuju stasiun.

Wina (45), warga Jakarta yang bekerja di Bogor, mengaku lebih nyaman jika tidak perlu lagi menaiki tangga JPO setiap hari. Namun, ia berharap pemerintah melengkapi fasilitas penyeberangan dengan sistem pelican crossing agar keamanan pejalan kaki lebih terjamin.

“Kalau buat yang sudah usia 40 tahun ke atas tentu lebih enak tanpa jembatan. Tapi kalau bisa ditambah lampu penyeberangan yang ada tombolnya dan ada suara penanda seperti di beberapa stasiun lain. Jadi lebih aman saat menyebrang,” kata Wina.

Menurutnya, rasa khawatir saat menyeberang masih tetap ada karena belum semua pengendara disiplin memberikan prioritas kepada pejalan kaki.

Berbeda dengan Wina, Riska (26), warga Kota Bogor, justru menilai JPO masih menjadi pilihan paling aman dibandingkan zebra cross.

“Kata saya lebih baik tetap JPO karena lebih aman. Memang capek naik turun tangga, tapi kendaraan di jalan masih banyak yang belum disiplin. Jadi saya merasa lebih aman kalau ada jembatan,” ujarnya.

Meski demikian, Riska berharap apabila pemerintah tetap memilih zebra cross sebagai fasilitas penyeberangan utama, maka harus diiringi dengan peningkatan ketertiban pengendara.

“Semoga pengendara bisa lebih tertib. Pejalan kaki seharusnya menjadi prioritas, bukan malah kendaraan yang selalu diutamakan,” tuturnya.

Pembongkaran JPO Paledang menjadi bagian dari upaya revitalisasi kawasan stasiun yang terus berkembang sebagai pusat mobilitas masyarakat. Namun di balik penataan tersebut, harapan warga tetap sama: fasilitas penyeberangan yang nyaman, mudah diakses, dan yang terpenting mampu memberikan rasa aman bagi seluruh pengguna jalan.

Komentar