Cetak Sejarah Baru, Logo Hari Jadi Bogor ke-544 Kini Diabadikan dalam Karya Batik Warisan Generasi

RASIOO.id – Perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 tahun ini menghadirkan sejarah baru. Untuk pertama kalinya, filosofi dan identitas visual resmi Hari Jadi Bogor berhasil dituangkan ke dalam sebuah karya batik yang sarat makna budaya dan identitas lokal.

Dalam rangka menyambut HJB ke-544, DF & Co resmi berkolaborasi dengan Ilham Akbar, pemenang Sayembara Logo HJB 544, bersama sejumlah seniman lokal Kota Bogor untuk menghadirkan karya eksklusif berupa Batik HJB 544 beserta rangkaian merchandise resmi bertema Hari Jadi Bogor.

Kolaborasi kreatif ini menjadi langkah baru dalam memperkenalkan identitas Kota Bogor melalui karya budaya yang tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga merepresentasikan filosofi perayaan tahunan yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Kota Hujan.

Melalui peluncuran tersebut, Batik HJB 544 diproyeksikan menjadi simbol kecintaan masyarakat terhadap Kota Bogor sekaligus identitas yang dapat diwariskan lintas generasi.

Karya ini diharapkan mampu menjembatani nilai historis masa lalu dengan semangat modernisasi, sehingga kebanggaan terhadap identitas Kota Bogor dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Selain memperkenalkan batik eksklusif, kolaborasi tersebut juga menghadirkan berbagai merchandise resmi HJB 544 yang mulai dipasarkan kepada masyarakat sebagai bagian dari kemeriahan perayaan tahun ini.

Sejumlah produk yang tersedia di antaranya Kain Batik Premium ukuran 2,4 x 1,15 meter seharga Rp380 ribu, Kemeja Batik Rp240 ribu, Syal Batik Premium Rp135 ribu, Jersey Rp175 ribu, T-Shirt Rp150 ribu, hingga Totopong atau ikat kepala khas Sunda seharga Rp65 ribu.

Selain itu tersedia pula berbagai merchandise lain seperti payung, tumbler, bucket hat, topi trucker, mug, lanyard, hingga gantungan kunci dengan harga mulai dari Rp7 ribu hingga Rp130 ribu.

Peluncuran Batik HJB 544 ini menjadi simbol baru bahwa perayaan Hari Jadi Bogor tidak hanya sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat identitas budaya lokal melalui karya yang dapat dikenang dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Komentar