RASIOO.id – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terasa begitu kuat di Kota Bogor. Sejak pagi, warga dari berbagai usia tumpah ruah menyaksikan Kirab Merah Putih yang digelar pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Bukan hanya orang dewasa, anak-anak sekolah hingga para lanjut usia ikut memadati kawasan jalur kirab. Mereka rela datang lebih pagi demi menyaksikan langsung parade kemerdekaan yang menjadi salah satu agenda tahunan yang selalu dinantikan masyarakat Bogor.
Sorak-sorai warga berpadu dengan penampilan drumband dan atraksi karnaval. Nuansa merah putih pun tampak mendominasi suasana, membuat perayaan menjelang 17 Agustus itu terasa semakin semarak.
Salah satu warga yang begitu antusias adalah Naya (11), siswi SDN Semplak 2. Ia bahkan sudah tiba di lokasi sejak pukul 06.00 WIB.
Bagi Naya, Kirab Merah Putih bukan sekadar kegiatan sekolah. Ia mengaku sengaja datang karena ingin melihat kemeriahan parade sekaligus bertemu dengan Wali Kota Bogor.”Seru, senang juga gitu. Dikasih… iya disuruh dari sekolah, langsung pulang habis ini. Paling nungguin mau lihat benderanya sama lihat Pak Dedi. Mau ketemu, foto,” ungkap Naya.
Antusiasme serupa juga dirasakan kalangan remaja. Bagi mereka, kemeriahan kirab menjadi momentum untuk kembali mengingat sejarah perjuangan bangsa sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap Indonesia.
Jauza (18), warga Yasmin, Bogor Barat, menilai Kirab Merah Putih menjadi salah satu cara menarik untuk membangkitkan semangat nasionalisme generasi muda.”Seru banget, soalnya kan kita pengin ada acara 17-an. Jadi ini tuh kita jadi mengingatkan kalau kita merdekanya di tanggal 17 Agustus 1945,” ujarnya.
Menurut Jauza, semangat nasionalisme tidak hanya dibangun melalui pembelajaran di sekolah, tetapi juga dapat tumbuh melalui kegiatan bersama yang melibatkan masyarakat secara langsung.”Terus juga kayak mengembangkan rasa nasionalisme gitu di dalam diri aku ya, personal mah,” tambahnya.
Dari seluruh rangkaian acara, penampilan drumband menjadi salah satu yang paling ditunggu Jauza. Ia berharap pada penyelenggaraan tahun berikutnya, atraksi tersebut dapat dikemas lebih kreatif dan meriah sehingga semakin menarik perhatian masyarakat.
Tradisi yang Tak Pernah Dilewatkan
Kemeriahan Kirab Merah Putih ternyata tidak hanya menarik perhatian generasi muda. Warga yang lebih senior pun ikut menikmati suasana perayaan kemerdekaan tersebut.
Wanci (56), warga Pancasan Baru, Bogor Barat, datang bersama sejumlah rekannya. Ia mengaku hampir selalu menyempatkan diri hadir dalam kemeriahan kirab setiap tahun.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai penting karena mampu mengajak masyarakat ikut merayakan kemerdekaan secara bersama-sama.”Bagus ya, mengundang masyarakat supaya ikut berpartisipasi merayakan Hari HUT Kemerdekaan. Paling suka lihat itulah, karnaval ABRI, sama drumband,” jelas Wanci.
Selain menikmati parade, Wanci juga mengaku senang karena dapat bertemu langsung dengan Wali Kota Bogor dalam suasana perayaan yang meriah.”Senang aja gitu bisa ketemu sama Bapak Wali, soalnya kan enggak biasa bisa ketemu setiap ini,” katanya.
Kirab Merah Putih akhirnya bukan sekadar parade menjelang perayaan 17 Agustus. Di sepanjang jalur kirab, berbagai generasi bertemu dalam satu suasana yang sama: menikmati kemeriahan, mengenang perjuangan para pendahulu, sekaligus merawat semangat persatuan.
Dari anak-anak sekolah, remaja, orang tua hingga warga lanjut usia, semuanya larut dalam satu warna yang sama.Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan masih mampu menjadi magnet yang mempertemukan masyarakat Kota Bogor dalam suasana penuh kebersamaan dan nasionalisme. (Hana)












Komentar