CFD Pakansari Tampil Berbeda Bupati Bogor Ajak UMKM Kenakan Pakaian Adat Sunda

 RASIOO.id – Car Free Day (CFD) di kawasan Stadion Pakansari kini tak hanya menjadi ruang olahraga dan rekreasi, tetapi juga mulai bertransformasi menjadi etalase budaya khas Kabupaten Bogor. Atas arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) didorong mengenakan pakaian adat Sunda saat berjualan untuk memperkuat identitas daerah.

Kebijakan tersebut mulai diterapkan pada pelaksanaan CFD, Ahad 2 Agustus 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berharap langkah ini mampu menghadirkan nuansa budaya dalam aktivitas masyarakat sekaligus menjadi daya tarik baru bagi pengunjung.

Mewakili Bupati Bogor, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menjelaskan bahwa gagasan tersebut merupakan arahan langsung Rudy Susmanto yang ingin menjadikan ruang publik sebagai sarana memperkenalkan identitas budaya Kabupaten Bogor.

“Pak Bupati selalu mengingatkan pentingnya Kabupaten Bogor memiliki identitas yang kuat. Jika kita memiliki budaya Sunda yang kaya, maka budaya itu tidak seharusnya hanya tampil dalam acara kesenian, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujar Ajat.

Menurutnya, CFD dipilih sebagai langkah awal karena menjadi salah satu ruang publik yang setiap pekan dipadati masyarakat. Selama ini berbagai pertunjukan seni telah rutin ditampilkan, namun kehadiran budaya dalam aktivitas sehari-hari dinilai masih perlu diperkuat.

Karena itu, mulai pekan ini para pedagang UMKM didorong mengenakan busana adat Sunda seperti pangsi, totopong, kebaya, maupun pakaian tradisional lainnya yang tetap nyaman digunakan saat berjualan.

Ajat mengatakan dirinya bersama Bupati Bogor juga berkeliling menyapa para pedagang untuk melihat langsung pelaksanaan program tersebut sekaligus mendengar tanggapan mereka.

“Hasilnya sangat positif. Para pedagang merasa senang dan tetap nyaman menggunakan pakaian adat. Ini menjadi modal yang baik untuk terus kita kembangkan,” katanya.

Selain memperkuat identitas budaya, Pemkab Bogor juga menilai penggunaan pakaian adat dapat memberikan nilai tambah bagi kawasan CFD serta meningkatkan daya tarik UMKM di mata pengunjung.

“Kami ingin menghadirkan Car Free Day yang bersih, tertib, dan memiliki ciri khas. Jadi masyarakat yang datang bukan hanya untuk berolahraga atau berbelanja, tetapi juga merasakan nuansa budaya Kabupaten Bogor. Harapannya, hal ini juga berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan dan penjualan UMKM,” jelas Ajat.

Ke depan, penggunaan pakaian adat direncanakan menjadi bagian dari kebiasaan dalam setiap pelaksanaan CFD. Meski demikian, Pemkab Bogor menegaskan kebijakan tersebut akan diterapkan secara bertahap dengan pendekatan persuasif.

Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Bogor untuk memfasilitasi kebutuhan pakaian adat bagi para pedagang, sehingga kebijakan ini tidak menjadi beban.

“Prinsipnya bukan memaksa, tetapi memfasilitasi. Kami ingin seluruh pedagang bersama-sama menampilkan identitas budaya Kabupaten Bogor melalui pakaian adat yang dikenakan saat berjualan,” tutup Ajat.

Komentar